Smandu Fair Jadi Ajang Persiapan Siswa Hadapi Kompetisi Nasional

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumut, David Elton Nainggolan. (foto: Susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Smandu Fair yang telah digelar SMA Negeri 2 Medan untuk kedua kalinya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi hingga tingkat nasional.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sumatera Utara (Sumut), David Elton Nainggolan mengatakan kegiatan seperti itu telah sejalan dengan arahan Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara.
“Ini adalah peningkatan mutu pendidikan, khususnya dimana anak-anak kita dipersiapkan untuk mengikuti berbagai macam lomba,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, ajang serupa juga dapat menjadi sarana latihan bagi siswa untuk menghadapi berbagai kompetisi berjenjang seperti Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), hingga Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“Jadi ini juga sekaligus mempersiapkan anak-anak kita untuk lomba-lomba yang akan dilaksanakan sampai tingkat nasional,” katanya.
Dalam hal ini, siswa tidak hanya berkompetisi di tingkat lokal, tetapi juga mendapatkan pelatihan dari pembimbing serta pengalaman mengerjakan berbagai bentuk soal yang akan dihadapi di ajang yang lebih tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Smandu Fair menghadirkan berbagai jenis perlombaan, seperti lomba penelitian remaja dan sejumlah olimpiade, termasuk matematika, biologi, dan sains lainnya.
“Jadi kegiatan ini memang sangat-sangat positif, serta melibatkan dewan juri dari kalangan profesional,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai mampu menarik partisipasi luas dari sekolah-sekolah di wilayah Medan dan Deli Serdang. Bahkan, ia mengaku sebelumnya telah mengimbau para kepala sekolah untuk mengirimkan siswa mengikuti kegiatan tersebut tanpa biaya.
Ke depan, ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan lebih banyak cabang lomba, sehingga tidak hanya mengakomodir kebutuhan siswa, tetapi juga benar-benar mempersiapkan mereka untuk berkompetisi hingga tingkat nasional.
“Harapannya sekolah-sekolah ini bisa meningkatkan kualitas, bukan hanya jumlah siswa. Sehingga ketika ada event kompetisi tingkat nasional, bisa mendapatkan juara dengan persiapan yang matang,” ucapnya.






















