Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Rektor UINSU: Wisudawan Harus Jadi Agen Perubahan di Tengah Krisis Global

Mistar.idKamis, 7 Mei 2026 pukul 19.17 WIB
rektor_uinsu_wisudawan_harus_jadi_agen_perubahan_di_tengah_krisis_global

UINSU melepas 1.592 wisudawan. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya membawa ijazah, tetapi juga harus tampil sebagai agen perubahan di tengah krisis global yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikan Rektor UINSU, Prof. Nurhayati, saat mengukuhkan wisudawan di Gelanggang Mahasiswa UINSU, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari konflik geopolitik, guncangan ekonomi, ancaman lingkungan, hingga krisis nilai dan moral. Situasi itu membuat masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi.

“Hari ini, kita tidak sekadar meluluskan generasi akademik. Kita sedang melantik penjaga masa depan bangsa. Kita tidak hanya menyerahkan ijazah, tetapi mengamanahkan peradaban,” ujar Nurhayati.

Ia menilai gejolak global seperti meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi bukti bahwa dunia saling terhubung. Konflik di satu kawasan, kata dia, dapat berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Karena itu, alumni UINSU disebut memegang peran penting sebagai penjaga nilai di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis moralitas. Mereka juga didorong hadir sebagai perekat sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat lintas sektor.

Nurhayati menegaskan lulusan UINSU harus membawa identitas keilmuan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Para alumni diharapkan menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin yang mampu memberi solusi, menebar kedamaian, dan memperkuat harmoni sosial.

Ia menyebutkan, memperkuat posisi alumni sama dengan mengokohkan peran mereka di tengah masyarakat sebagai agen perubahan (agent of change), penjaga nilai (guardian of values), penggerak ketahanan sosial, serta inovator di tengah krisis.

Dalam kesempatan itu, Nurhayati juga mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak selalu mudah. Ketidakpastian, kegagalan, dan kekecewaan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dengan keteguhan karakter.

“Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah kehilangan integritas. Dan jangan pernah berhenti berkontribusi. Karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang apa yang kalian capai, tetapi tentang apa yang kalian berikan,” katanya.

Pada periode kelulusan kali ini, UINSU mencatat sebanyak 1.592 lulusan, terdiri dari 29 mahasiswa Pascasarjana, 649 dari FITK, 203 dari FEBI, 46 dari FKM, 243 dari FSH, 81 dari FIS, 61 dari FDK, 84 dari FUSI, dan 196 dari FST.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN