Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Ramadan di SMAN 2 Medan: Pesantren Kilat dan Pendalaman Alkitab Perkuat Toleransi

Mistar.idSelasa, 24 Februari 2026 15.19
EH
SH
ramadan_di_sman_2_medan_pesantren_kilat_dan_pendalaman_alkitab_perkuat_toleransi

Siswa beragama Islam sedang mengikuti Pesantren Kilat Ramadan (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Momentum Ramadan di SMA Negeri 2 Medan tak hanya menjadi ajang kegiatan keagamaan, tetapi juga penguatan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Medan, Naomi Damanik, menegaskan bahwa pihak sekolah berharap bulan suci ini menjadi momen untuk meningkatkan rasa saling menghormati di antara seluruh warga sekolah.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Pesantren Kilat Ramadan (PKR) untuk siswa yang beragama Islam, dan siswa Kristen mengikuti pendalaman Alkitab.

“Yang kita harapkan ini momen buat semua warga Smandu itu untuk lebih meningkatkan toleransinya,” ujar Naomi saat ditemui Mistar di sekolah, Selasa (24/2/2026).

Ia mencontohkan, pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memperhatikan suasana Ramadan. Meski siswa non-Muslim tidak berpuasa, pembagian MBG dilakukan saat jam pulang sekolah demi menghormati teman-teman yang berpuasa.

“Walaupun yang Kristen tidak puasa, tapi untuk menghormati teman-teman yang berpuasa, nggak apa-apa, MBG-nya nanti dibagi pas waktu pulang sekolah aja. Jadi tetap kondusif,” tuturnya.

Salah satu siswa kelas X, Lady Shyaqilla, mengaku tetap bersemangat masuk sekolah selama Ramadan. Menurutnya, kegiatan keagamaan justru membuat suasana lebih menyegarkan.

“Lumayan semangat masuk sekolah. Karena kita mengadakan kegiatan keagamaan, jadi di kegiatan ini nggak stres belajar. Kita bisa refreshing tapi tetap sekolah dan bertemu teman-teman,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah seminggu libur, rasa rindu terhadap teman-teman juga menjadi alasan antusiasme mereka. Selain beribadah, ia dan teman-temannya juga mendengarkan renungan, bernyanyi bersama, pendalaman Alkitab, hingga latihan kepemimpinan.

Lady berharap, kegiatan ini dapat mempererat toleransi di lingkungan sekolah. “Puji Tuhan di sini nggak ada perundungan, tapi kita berharap di Indonesia toleransi agama semakin erat, dimulai dari sekolah kita,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini menjadi momen refleksi diri bagi siswa agar membawa perubahan positif dalam sikap dan karakter masing-masing.

Penyesuaian Jadwal Selama Ramadan

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMAN 2 Medan juga mengalami perubahan selama bulan Ramadan. Kegiatan apel pagi dan upacara juga ditiadakan. Namun jam belajar tetap dimulai pukul 07.15 WIB hingga 14.15 WIB, dengan penyesuaian durasi setiap mata pelajaran.

“Sekarang menjadi 40 menit per mapelnya. Kalau sebelumnya 45 menit,” kata Naomi lagi.

Waktu istirahat pun dipersingkat dari yang biasanya lebih dari satu jam menjadi 50 menit. Naomi menyebut, secara umum pengaturan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, hanya saja terdapat perubahan pada sistem PKR.

Jika tahun-tahun sebelumnya siswa mengikuti pesantren kilat dengan menginap selama dua malam dan tiga hari di sekolah, tahun ini kegiatan berlangsung tanpa menginap. Siswa tetap datang dan pulang sesuai jam belajar reguler.

PKR dijadwalkan akan berlangsung hingga Rabu besok dan sekaligus ditutup dengan buka puasa bersama di sekolah. Sementara itu, siswa kelas 10 dan 11 akan menghadapi Penilaian Tengah Semester, serta Penilaian Akhir Semester untuk kelas 12 mulai pekan depan.

“Kegiatan belajar mengajar nanti berakhir tanggal 13 Maret dan sekolah kembali masuk tanggal 30 Maret setelah masa libur,” ucap Naomi. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN