Penerapan Sekolah Lima Hari di Toba Berjalan Baik, Kepala Sekolah Belum Terima Keluhan

Plt Kepala SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea. (Foto: Nimrot).
Toba, MISTAR.ID - Proses belajar mengajar selama lima hari dalam sepekan di Kabupaten Toba berjalan baik. Siswa dan guru SD hingga SMP dapat menerimanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD SD Negeri Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Roselly Simanjuntak mengatakan pihaknya belum mendengar adanya keluhan. Hal yang dikhawatirkan justru datang dari siswa.
"Bisa jadi akan ada keluhan dari siswa karena lebih lama pulang dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler. Anak akan pulang pukul 16.00 WIB, dan semoga anak tidak ada yang mengeluh," ujar Roselly, Selasa (21/7/2026).
Senada disampaikan Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea. Meski sejauh ini tidak ada yang mengeluh, tetapi ke depannya tidak menutup kemungkinan akan muncul.
"Saat ini baru berjalan sepekan, belum terlihat dampak dari keluhan siswa. Mereka masih santai saja dan menikmati pertambahan jam belajar setiap harinya," ujar Pahala.
Menurut Pahala, dampak dari program ini akan terlihat setelah satu hingga dua bulan ke depan. Khususnya bagi siswa SMP Negeri 1 Laguboti yang jarak tempuh dari rumah ke sekolah cukup jauh. Akibatnya, siswa bisa sampai di rumah pada malam hari jika masih mengikuti les tambahan.
"Serta yang paling berdampak nantinya, siswa unggulan yang menjadi prioritas kita untuk masuk ke SMA unggulan akan berkurang, sebab waktu pembelajaran tambahan menjadi berkurang. Sisa waktu akan digunakan untuk perjalanan pulang ke rumah. Selain itu, siswa juga sudah jenuh belajar seharian," tuturnya.
Kendati demikian, Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti itu tetap optimistis program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Toba. Ia berharap para pelajar, khususnya di sekolah yang dipimpinnya, dapat menyesuaikan diri dengan penerapan program pembelajaran yang telah ditetapkan.






















