Peminat Jalur Prestasi SPMB SMKN 1 Medan Naik 30 Persen, Manajemen Perkantoran dan Akuntansi Paling Diminati

Orang tua dan calon siswa sedang bertanya di posko pelayanan SPMB SMKN 1 Medan. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (23/6/2026) – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap II tahun pelajaran 2026/2027 untuk Cabang Dinas Pendidikan 1–6 telah dibuka sejak beberapa waktu lalu. Antusiasme calon peserta didik baru pada jalur prestasi disebut terus meningkat, salah satunya di SMK Negeri 1 Medan.
Wakil Kepala SMKN 1 Medan Bidang Humas, Jenri Hamonangan Saragih, mengatakan jumlah pendaftar di sekolah tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jenri menyebut lonjakan pendaftar menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kejuruan favorit yang berada di pusat Kota Medan itu.
“Di jalur prestasi ini antusiasnya luar biasa, apalagi kalau dibandingkan tahun lalu. Tahun ini peningkatannya kira-kira 30 persen dari tahun yang lalu,” ujar Jenri kepada Mistar, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan SPMB tahap kedua. Informasi pendaftaran telah disosialisasikan secara masif melalui media sosial resmi sekolah, mulai dari Facebook hingga Instagram, termasuk syarat, mekanisme, dan alur pendaftaran.
Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan posko layanan khusus di lingkungan sekolah guna membantu calon siswa dan orang tua selama proses pendaftaran berlangsung.
Jenri menjelaskan, meningkatnya jumlah pendaftar juga dipengaruhi peserta yang sebelumnya belum lolos pada tahap pertama jalur domisili dan afirmasi. Mereka kemudian diarahkan untuk kembali mengikuti seleksi pada tahap kedua, yaitu jalur prestasi.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, SMKN 1 Medan memiliki total daya tampung sebanyak 432 siswa yang tersebar dalam 12 rombongan belajar dengan empat jurusan utama. Dari sejumlah pilihan yang tersedia, jurusan Manajemen Perkantoran dan Akuntansi masih menjadi program studi dengan jumlah peminat tertinggi.
“Jurusan yang paling banyak diminati itu Manajemen Perkantoran dan Akuntansi, memang kuotanya juga lebih besar dibanding jurusan lain,” katanya.
Pada tahap pertama sebelumnya, kuota penerimaan sebanyak 127 siswa, namun hanya terisi 126 siswa. Kekosongan terjadi karena jalur afirmasi di jurusan Akuntansi tidak terpenuhi akibat kurangnya jumlah pendaftar.
Selama proses penerimaan berlangsung, sekolah juga membuka posko layanan setiap hari, termasuk saat libur sekolah. Posko tersebut berfungsi membantu berbagai kendala teknis yang dialami calon peserta, terutama terkait penggunaan aplikasi pendaftaran.
“Keluhan yang paling sering itu masalah jaringan atau HP yang kurang mendukung. Kalau mereka kesulitan, kami bantu bahkan meminjamkan HP sementara agar proses pendaftaran tetap berjalan,” tutur Jenri.
Pada SPMB tahun ini, nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk pertama kalinya menjadi salah satu komponen penilaian jalur prestasi. Namun, menurut Jenri, pihak sekolah masih menunggu hasil akhir untuk melihat pengaruh nilai TKA terhadap proses seleksi.
Ia menambahkan, kuota jalur prestasi untuk SMK yang mencapai 70 persen lebih besar dibanding SMA karena sekolah kejuruan memiliki karakteristik berbeda, terutama terkait sebaran jurusan yang tidak tersedia merata di semua wilayah.
“Karena tidak semua daerah memiliki SMK sejenis, maka jalur prestasi ini lebih besar untuk menampung semua yang ingin mendaftar ke sekolah ini,” ucapnya.
Jenri juga berharap seluruh calon siswa memilih sekolah dan jurusan berdasarkan minat pribadi, bukan semata-mata dorongan orang tua, agar proses belajar nantinya berjalan optimal.
“Harapan kami, semua calon peserta didik bisa memilih sesuai keinginannya sendiri. Jangan karena dipaksa, sebab kalau salah jurusan nanti justru menghambat proses belajar mereka,” ujarnya.
SMKN 1 Medan, sebutnya, juga mendukung penuh pelaksanaan SPMB tahun ini yang mengusung prinsip transparan, akuntabel, setara, dan tanpa diskriminasi.
“Kami sangat mendukung SPMB ini. Semua peserta didik diberi kesempatan yang sama dan nantinya dipilih murni berdasarkan nilai masing-masing,” katanya lagi. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Guru di Dairi Mengaku Diintimidasi Saat Mediasi PAK, Disdik Diminta Beri KlarifikasiBERITA TERPOPULER
























