Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Orang Tua dan Sanggar Seni Apresiasi Gebyar Hari Anak Nasional yang Digelar Dispusip Sumut

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 18.07 WIB
orang_tua_dan_sanggar_seni_apresiasi_gebyar_hari_anak_nasional_yang_digelar_dispusip_sumut_

Sejumlah siswa yang tampil dalam gebyar Hari Anak Nasional di Perpustakaan dan Arsip Sumut. (foto: Dispusip Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Orang tua dan penggiat sanggar seni menyambut baik Gebyar Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara (Dispusip Sumut). Ajang yang diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas anak ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan diri anak sejak dini.

Dina Ardyani salah satunya. Orang tua dari salah satu siswa yang tampil mengaku senang sebab anak-anak dapat bebas berekspresi sesuai dengan bakatnya masing-masing. Baik itu bakat bernyanyi, bermain musik, berdongeng dan lainnya.

“Jadi semakin meningkatkan kepercayaan diri anak. Mereka bisa menampilkan apa yang selama ini mereka pelajari,” kata ibu tiga anak itu kepada Mistar, Kamis (23/7/2026).

Hari ini, anaknya tampil berdongeng sambil memainkan biola. Penampilan ini, kata Dina, akan menjadi ciri khas dari putri bungsunya itu. Sejak dini, anaknya sudah masuk sanggar CBF untuk memperdalam bakatnya. “Jauh juga kami dari Lubuk Pakam kan, tapi untuk penampilan terbaik anak semua kita upayakan,” ucapnya.

Ia juga berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan berkelanjutan, guna mendorong para siswa untuk meningkatkan keberanian anak tampil di atas panggung.

Putrinya yang bernama Adiba Khanza, 8 tahun, juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Ia sudah menggeluti alat musik biola sejak usia TK hingga saat ini duduk di bangku SD kelas III.

“Perasaannya senang karena bisa tampil di depan teman-teman. Saya mau jadi artis biola terkenal,” kata siswa yang bercita-cita jadi dokter itu sambil tersenyum.

Sementara itu, Sanggar Cerita Baik Foundation (CBF) membawa 15 anak didiknya yang berusia TK dan SD untuk tampil pada kegiatan tersebut. Beberapa bakat murid yang ditampilkan di antaranya bernyanyi, berpuisi, bermain musik hingga teater.

Founder CBF, Indriani membawa anak-anak didiknya ikut dalam kegiatan ini untuk meningkatkan keberanian tampil di atas panggung. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki bakat untuk menjadi seniman atau performer yang baik asal ditempatkan dengan bijak sesuai dengan karakternya masing-masing.

“Sanggar kami mewadahi untuk itu, supaya anak bisa punya rasa percaya diri dan punya skill sejak dini. Sehingga ketika mereka beranjak dewasa mereka jauh dari bullying, atau bisa mencari hal-hal kebaikan dari dalam diri mereka sendiri,” tuturnya.

Ia juga berharap agar setiap anak selalu mendapatkan kesempatan tanpa harus didesak atau harus mengikuti sesuai dengan keinginan orang tua semata. Selain itu, ia juga berpesan agar anak-anak didiknya tidak takut untuk berkreasi. “Berani saja. Kalau hari ini belum baik, bisa jadi latihan-latihan berikutnya akan membuat kalian lebih baik dari hari ini,” katanya.

Sanggar CBF sendiri sudah berdiri sejak 2021. Indri mengatakan, saat itu banyak orang tua yang kebingungan dalam mencari wadah belajar bagi anak setelah lama tidak sekolah karena Pandemi Covid-19.

Hingga akhirnya ia mulai mengumpulkan anak-anak mulai dari usia lima tahun ke atas dan mencari berbagai peluang untuk mereka dapat tampil seperti pada hari ini. “Jadi mereka semakin terbiasa menunjukkan skill-nya dari mulai nggak bisa sampai mereka mahir,” ucapnya.

Beragam kegiatan yang berhubungan dengan literasi mereka pelajari dalam sanggar tersebut. Bahkan, tiga tahun lalu mereka menulis buku antologi anak-anak cerita baik.

“Mahasiswa juga ada, tapi mereka sebagai relawan. Sekaligus mereka belajar jadi kakak asuh yang baik dan tidak mendikte. Mereka juga sekalian belajar untuk public speaking, agar ketika menjadi fasilitator mereka juga bisa mempunyai bahasa yang baik,” katanya.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN