Wabup Toba Dorong Mahasiswa Pertanian Mandiri dan Kembangkan Bisnis Agrikultur

Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, saat memberikan arahan kepada mahasiswa Universitas HKBP Nommensen. (Foto: Nimrot/Mistar).
Toba, MISTAR.ID – Wakil Bupati Kabupaten Toba, Audi Murphy Sitorus, mengimbau mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen yang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kabupaten Toba agar mampu mandiri setelah menyandang gelar sarjana.
Hal itu disampaikan Audi saat menyambut rombongan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen di Balai Data Kantor Bupati Toba, Kamis (23/7/2026).
Menurut Audi, sebagai sarjana pertanian nantinya mahasiswa tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan kepada orang lain, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha dengan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
"Sebab jika kita bekerja dengan orang lain, tentu kita sudah dapat membayangkan bagaimana kehidupan dan masa depan kita selanjutnya. Pendapatan yang kita hasilkan sudah tetap diterima setiap bulannya," ujar Wakil Bupati.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Toba itu melanjutkan, apabila mahasiswa terjun langsung mengelola usaha pertanian dengan menerapkan ilmu yang diperoleh dari universitas, mereka berpeluang mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju serta meningkatkan hasil produksi.
"Melalui pengembangan pertanian dengan pengetahuan selama kuliah dan kemampuan mengatur manajemen, tentu akan lebih makmur dibanding petani lain yang hanya bekerja dengan pola lama," katanya.
Audi menyebutkan, perkembangan teknologi telah membuat sektor pertanian saat ini jauh berbeda dibandingkan 30 hingga 50 tahun lalu. Jika dahulu pengolahan lahan masih dilakukan secara manual, kini berbagai pekerjaan pertanian dapat dibantu dengan mesin dan teknologi modern.
"Kesempatan saat ini sudah jauh berbeda dengan pertanian masa lalu. Dahulu mengerjakan satu hektare lahan membutuhkan puluhan orang, sedangkan saat ini cukup satu orang dengan bantuan mesin teknologi pertanian sudah mampu mengelola puluhan bahkan ratusan hektare," jelasnya.
Ia berharap mahasiswa pertanian dapat langsung menggeluti sektor pertanian, mengembangkan usaha, hingga masuk ke bidang pemasaran hasil pertanian.
"Bukan tidak mungkin akan terwujud peluang besar. Kita bisa menjadi petani sekaligus pelaku bisnis pertanian yang sukses dengan penghasilan jauh di atas pekerja yang hanya menerima gaji tetap setiap bulan, seperti ASN," tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Orang Tua dan Sanggar Seni Apresiasi Gebyar Hari Anak Nasional yang Digelar Dispusip Sumut























