Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

India Bangun Kampus AI Kuantum Pertama di Amaravati

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 14.45 WIB
india_bangun_kampus_ai_kuantum_pertama_di_amaravati

India bakal bangun Kampus AI Kuantum. (Foto: Instagram @Techmawa)

news_banner

Amaravati, MISTAR.ID – India akan membangun kampus AI Kuantum pertama di Amaravati, negara bagian Andhra Pradesh. Kampus tersebut dibangun di lahan seluas 3,4 hektare dengan anggaran INR730,7 crore atau sekitar Rp1,3 triliun.

Dikutip dari NDTV, Selasa (1/9/2026), pembangunan kampus ini menjadi bagian dari rencana Pemerintah Andhra Pradesh membangun ekosistem teknologi di Amaravati untuk menjadikannya pusat teknologi kuantum atau Quantum Valley.

Kampus tersebut akan dikelola dan dikembangkan National Institute of Electronics and Information Technology (NIELIT) di bawah Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India.

Sebanyak 8.250 mahasiswa ditargetkan belajar di kampus tersebut dalam lima tahun pertama. Tahun ajaran pertama dijadwalkan dimulai pada September 2026. Namun, perkuliahan sementara berlangsung di Acharya Nagarjuna University, Guntur, sambil menunggu kampus utama selesai dibangun.

Kampus baru ini akan memiliki ruang kelas pintar, laboratorium, asrama, serta fasilitas hunian berkapasitas 500 tempat tidur.

Sejumlah teknologi hemat energi juga akan digunakan, seperti pembangkit listrik tenaga surya, pemanas air tenaga surya, fasilitas pengisian kendaraan listrik, dan sistem pengelolaan limbah ilmiah.

Jenjang pendidikan yang tersedia meliputi sarjana, magister, doktoral, diploma, hingga program eksekutif.

Program akademiknya tidak hanya mencakup ilmu komputer konvensional. Mahasiswa akan mempelajari komputasi kuantum, komunikasi dan keamanan kuantum, kecerdasan buatan, machine learning, sains data, fabrikasi semikonduktor, desain chip, VLSI, perakitan dan pengujian semikonduktor, embedded systems, hingga high-performance computing.

Salah satu fasilitas utama yang akan dibangun adalah Quantum Research, Innovation and Incubation Block dengan luas sekitar 1,2 hektare.

Fasilitas tersebut akan mencakup infrastruktur komputasi dan komunikasi kuantum, fotonik kuantum, keamanan kuantum, sistem kriogenik, serta komputasi berkinerja tinggi.

Kampus ini juga akan dilengkapi fasilitas cleanroom dan nanofabrikasi, infrastruktur teknologi semikonduktor, laboratorium desain chip, pusat data, serta ruang bagi perusahaan rintisan. Konsep tersebut ditujukan untuk memperpendek jarak antara hasil penelitian dan produk komersial.

Mahasiswa dan peneliti nantinya dapat bekerja sama langsung dengan perusahaan maupun perusahaan rintisan. Kampus juga akan mendukung transfer teknologi, pengembangan kekayaan intelektual, dan inkubasi bisnis.

Presiden India Electronics & Semiconductor Association (IESA), Ashok Chandak, mengatakan perpaduan AI, teknologi kuantum, dan semikonduktor menjadi salah satu bidang yang akan menentukan kedaulatan teknologi global.

Menurutnya, pembangunan institusi khusus seperti kampus Kuantum-AI di Amaravati dapat menjembatani riset teknologi mendalam dengan kebutuhan sumber daya manusia yang siap bekerja di industri.

Agar mampu bersaing secara global, ia menilai pusat pendidikan tersebut perlu memiliki hubungan erat dengan industri manufaktur, perusahaan desain chip, dan perusahaan rintisan.

"Dengan demikian, hasil penelitian tingkat lanjut dapat lebih cepat diterjemahkan menjadi teknologi yang layak secara komersial sekaligus memperkuat kemandirian teknologi India," ujarnya kepada NDTV.

Selain proyek kampus Kuantum-AI di Amaravati, NIELIT berencana bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk IIT Tirupati, IIIT Sri City, Andhra University, serta berbagai institusi JNTU dalam program akademik, riset, dan pengembangan teknologi.

Proyek tersebut juga sejalan dengan tiga agenda besar teknologi nasional India, yakni National Quantum Mission, IndiaAI Mission, dan India Semiconductor Mission. (ndtv)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN