Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kampus di Inggris Mulai Merger, Tekanan Finansial Jadi Salah Satu Faktor

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 09.28 WIB
kampus_di_inggris_mulai_merger_tekanan_finansial_jadi_salah_satu_faktor

Salah satu kampus di Inggris. (Foto: Okezone)

news_banner

London, MISTAR.ID – Sejumlah kampus di Inggris mulai merger. Tren tersebut mulai terlihat sejak 2024.

City, University of London dan St George's, University of London resmi bergabung pada 1 Agustus 2024 menjadi City St George's, University of London.

"Penggabungan secara sukarela ini telah menjadikan kami salah satu tujuan pendidikan tinggi terbesar bagi para mahasiswa di London, serta sebuah institusi multi-fakultas yang tangguh dengan fokus khas pada pendidikan profesional dan penelitian yang berada di garis depan praktik," demikian alasan merger yang ditulis di situs kampus, dikutip Selasa (1/9/2026).

Sejumlah kampus lain kemudian mengikuti langkah tersebut. Pada akhir 2025, Kent University dan Greenwich University mengumumkan rencana merger.

Kedua kampus itu akan bergabung dengan nama London and South East University Group (LASEUG/LASE) dan dijadwalkan diluncurkan pada 7 September 2026.

Penggabungan tersebut akan membentuk 'super-university' pertama di Inggris dengan lebih dari 50.000 mahasiswa di empat kampus yang tersebar di London, Medway, dan Kent. Institusi itu akan menjadi perguruan tinggi terbesar ketiga di Inggris.

Pada Mei 2026, King's College London juga menyepakati merger dengan Cranfield University. Penggabungan tersebut ditujukan untuk membentuk 'super-universitas' baru dengan menggabungkan sumber daya dan kemampuan agar mampu bersaing secara internasional, baik dari segi skala maupun hasil riset, sebagaimana dilansir Guardian pada 14 Mei 2026.

Merger tersebut akan menambah sekitar 5.000 mahasiswa ke King's, yang sebagian besar merupakan mahasiswa pascasarjana. Jumlah mahasiswa King's nantinya mencapai sekitar 47.000 orang, menjadikannya universitas terbesar kedua di Inggris setelah University College London dan melampaui Universitas Manchester.

Berdasarkan kesepakatan, kedua institusi akan bergabung pada akhir musim panas 2027 dan tetap menggunakan nama King's College London.

Tekanan Finansial yang Meningkat

Kampus-kampus di Inggris menghadapi tekanan finansial yang semakin besar. Office for Students (OfS), selaku regulator pendidikan tinggi Inggris, memperingatkan 24 institusi berisiko bangkrut dan ditutup dalam 12 bulan sejak November 2025.

OfS juga menyatakan 45% institusi pendidikan tinggi berpotensi mengalami defisit pada tahun akademik 2025-2026.

Komite khusus bidang pendidikan Parlemen Inggris pada Mei 2026 menyebut sektor pendidikan tinggi tengah "menghadapi krisis keuangan" dengan "kemungkinan nyata adanya penutupan universitas".

Laporan tersebut menyebut banyak universitas telah mengurangi jumlah pegawai, menjual gedung atau lahan, serta menutup sejumlah program studi.

"Dampaknya akan sangat serius, tidak hanya bagi mahasiswa dan staf, tetapi juga bagi perekonomian lokal, masyarakat, dan reputasi akademis global Inggris," demikian bunyi laporan komite tersebut, dilansir dari detik.com.

Juru bicara Departemen Pendidikan Inggris menyambut baik merger tersebut. Penggabungan itu dinilai akan menciptakan institusi yang kuat dan mampu melakukan investasi kembali untuk kepentingan mahasiswa serta mendukung perekonomian wilayah tenggara Inggris.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang aman bagi universitas-universitas kami yang berkelas dunia agar mereka dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, pembayar pajak, pekerja, dan perekonomian; kami juga mengharapkan universitas untuk mengambil keputusan yang tepat guna menjamin keberlangsungan jangka panjang mereka.

Kami telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kondisi keuangan universitas, termasuk dengan mengarahkan kembali fokus Office for Students pada pemantauan kesehatan keuangan sektor ini," demikian dikatakan Departemen Pendidikan Inggris melalui juru bicaranya dilansir dari Guardian.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN