Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hadapi Geopolitik Dunia, Ketua MPR Ajak Mahasiswa UINSU Pegang Teguh Pancasila

Mistar.idSelasa, 27 Januari 2026 pukul 12.00 WIB
hadapi_geopolitik_dunia_ketua_mpr_ajak_mahasiswa_uinsu_pegang_teguh_pancasila

Ketua MPR Ahmad Muzani saat memberikan pidato kebangsaan di UINSU. (Foto: Humas UINSU/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menegaskan Pancasila harus ditempatkan sebagai jangkar utama bangsa dalam menghadapi dinamika geopolitik global serta krisis identitas yang mengancam generasi muda.

Hal itu disampaikannya dalam Pidato Kebangsaan bertajuk Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Geopolitik Global: Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Kampus IV Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan.

Orang nomor satu di lembaga legislatif tersebut menguraikan berbagai tantangan berat yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari disrupsi teknologi akibat Revolusi Industri 4.0 dan kecerdasan buatan hingga derasnya arus informasi bebas yang berpotensi memicu degradasi moral. Ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus selalu berakar pada ideologi dan identitas bangsa.

“Pancasila bersama UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah pusaka pendiri bangsa yang wajib kita jaga,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya, keempat pilar tersebut merupakan fondasi wawasan kebangsaan agar Indonesia tidak goyah di tengah perubahan global yang cepat dan kompleks.

Selain itu, Muzani juga menyoroti bonus demografi yang tengah dialami Indonesia, di mana penduduk usia produktif mendominasi struktur kependudukan. Ia mengingatkan, peluang ini dapat berubah menjadi bencana demografi jika tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan inovasi.

“Maka dari itu, mahasiswa UINSU juga harus memperkuat literasi digital, literasi finansial, serta literasi kebangsaan supaya mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan akar budaya bangsa,” katanya.

Pada kesempatan itu, Muzani turut menyampaikan keprihatinannya terhadap bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mendominasi sepanjang tahun 2025. Ia mengajak perguruan tinggi, termasuk UINSU, untuk menjadi pusat kajian mitigasi risiko bencana serta pelopor gaya hidup berkelanjutan.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas sosial sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan, bukan sekadar unggul dalam aspek akademik.

Sementara itu, Rektor UINSU Medan, Prof. Nurhayati, menyampaikan perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab strategis dalam menanamkan nilai moderasi, toleransi, dan kemanusiaan dalam bingkai Pancasila. Ia berharap gagasan yang disampaikan Ketua MPR RI dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri bangsa.

“Kami menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih atas kesediaan Ketua MPR RI untuk berbagi wawasan kebangsaan di kampus ini,” tuturnya, sembari berharap kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat semangat kebangsaan di lingkungan UINSU.

Hal ini juga disebut sebagai bukti nyata bahwa kampus merupakan pusat pembentukan karakter pemimpin masa depan demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat di mata dunia.

Menutup pidatonya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, iman, dan pengabdian.

“Mahasiswa harus tetap tangguh, inklusif, serta menjadikan ajaran agama dan nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang tidak terpisahkan,” ucap Muzani berpesan kepada mahasiswa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Ahli Menteri Agama Prof. Iswandi Syahputra, Tenaga Ahli Menteri Agama Jojon Novandri, Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR Martin Hutabarat, Staf Ahli Ketua MPR Hasan, Wakil Rektor IV Universitas Jambi Prof. Revis Asra, serta jajaran guru besar UINSU. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN