Mahasiswa UINSU Ajak Gen Z Bangun Pengaruh Positif Lewat Konten Digital

Dosen Pengampu Mata Kuliah Komunikasi Pemasaran, Sarmoko Saridi saat mengisi kegiatan talkshow kepemimpinan dan pelatihan konten kreator di Medan Petisah, Selasa (10/1/2026). (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Mahasiswa Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan berkolaborasi dengan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), mendorong generasi Z untuk membangun pengaruh positif di ruang digital melalui kepemimpinan yang komunikatif, kreatif, dan beretika.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Komunikasi Pemasaran, Sarmoko Saridi, menekankan bahwa kepemimpinan di era digital menuntut lebih dari sekadar prestasi akademik. Ia menyebut mahasiswa juga harus memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi yang empatik, kreativitas, serta daya saing yang berpijak pada etika dan integritas.
“Generasi muda juga harus bisa melihat peluang karir secara lebih luas dan bersiap menghadapi dunia pekerjaan,” ucapnya dalam talkshow kepemimpinan dan pelatihan konten kreator di Medan Petisah, Selasa (10/1/2026).
Menurutnya, di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang serba rapi dan terstruktur, keunikan dan orisinalitas justru menjadi nilai penting yang dicari, termasuk oleh berbagai brand.
“Menurut saya, selain dunia korporasi, mahasiswa juga bisa berpeluang menjadi influencer. Generasi muda harus punya keberanian dalam mengambil peluang ini,” tutur alumni Pascasarjana Universitas Padjadjaran Bandung itu.
Sementara itu, pemateri, Dani Pramana Damanik, menjelaskan berbagai hal yang perlu diketahui jika ingin menjadi konten kreator.
Di antaranya adalah etika komunikasi di ruang digital, tantangan kepemimpinan generasi muda, serta peran strategis konten kreator dalam membangun citra diri dan mempengaruhi opini publik.
Menurut Dani, kepemimpinan di era digital tidak lagi ditentukan oleh jabatan formal atau posisi struktural, melainkan oleh kemampuan seseorang memberi pengaruh.
Ia menilai dunia digital memberi ruang bagi siapa pun, termasuk mahasiswa lulusan baru, untuk menunjukkan kepemimpinan melalui konten yang bertanggung jawab.
“Sebelum kita membagikan informasi, etika komunikasi itu sangat penting untuk dijaga, saring dulu sebelum di sharing. Dan hormati privasi dan hak cipta,” ucapnya.
Ketua BKPRMI, H. Hamzah Harid Siregar, turut menekankan pentingnya peran pemuda, khususnya pemuda masjid, sebagai agen perubahan di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia berharap teknologi dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang mempersatukan, edukatif, dan memberdayakan umat. Ia menegaskan bahwa remaja dan pemuda harus menjadi penyebar kedamaian.
Ketua Panitia, M. Faisal Amin Harahap, mengatakan bahwa meski kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran, namun, agenda ini dirancang sebagai ruang aktualisasi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan Gen Z dalam merespons tantangan era digital.
Ia menilai bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan kepemimpinan yang adaptif, seiring perubahan pola komunikasi dan masifnya penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari. (hm20)























