AHY Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi di Medan, Proyek Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY saat meninjau SRT 2 di Medan Tuntungan. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 di Jalan Flamboyan II, Medan Tuntungan, Jumat (3/7/2026).
Dari sisi konstruksi, AHY menyebut kondisi pembangunan SRT 2 tersebut telah rampung 100 persen. Saat ini hanya tersisa tahapan akhir untuk mempercantik kondisi sekolah, salah satunya meninggikan pagar belakang agar siswa tetap aman berada di kawasan sekolah, terutama peserta didik jenjang sekolah dasar (SD).
“Itu biasa tahapan terakhir dari setiap pembangunan gedung atau fasilitas publik. Termasuk kita lakukan pembersihan jalan yang ada di sekeliling Sekolah Rakyat ini juga perlu dibersihkan dari material-material konstruksi agar semuanya aman,” katanya.
AHY menyebutkan Sekolah Rakyat di Kota Medan merupakan satu dari lima proyek Sekolah Rakyat yang dibangun di Sumatera Utara. Empat lokasi lainnya berada di Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan dengan masing-masing alokasi anggaran sebesar Rp250 miliar.
“Jadi kalau ditotal sekitar Rp1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini,” tuturnya.
Namun, untuk penyediaan lahan merupakan tanggung jawab masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Sementara itu, anggaran dari pemerintah pusat difokuskan pada pembangunan fisik beserta kelengkapannya, seperti meja, kursi belajar, tempat tidur bertingkat, hingga peralatan elektronik untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
SRT yang dibangun di atas lahan sekitar enam hektare milik Pemerintah Kota Medan itu mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kapasitasnya kurang lebih 1.080 siswa. Sebanyak 540 untuk SD, sedangkan SMP dan SMA masing-masing 270 siswa,” katanya menjelaskan.
Setiap kelas dapat menampung 30 siswa dengan dukungan fasilitas, seperti laboratorium, asrama putra dan putri, kantin, aula, teater untuk kegiatan seni, lapangan olahraga, hingga masjid.
AHY menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan yang layak.
“Kita ingin melakukan intersepsi terhadap upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, dan bahkan di sini gratis semuanya dari mulai pertama kali diterima sampai dengan nanti lulus,” ucapnya.
Setelah lulus SMA, para siswa nantinya memiliki kesempatan untuk memilih apakah akan langsung memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia juga menitipkan pesan kepada Wali Kota Medan agar dapat menjaga dan merawat aset serta fasilitas sekolah yang telah dibangun.
“Ini adalah aset dan investasi sumber daya manusia bangsa,” ujarnya.
AHY berharap SRT dapat melahirkan generasi-generasi unggul yang akan membangun Indonesia pada masa depan.
Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas, mengatakan pihaknya mendukung pembangunan sekolah tersebut melalui penyediaan infrastruktur pendukung, salah satunya peningkatan kualitas jalan.
“Lalu sistem drainase yang sebelumnya belum ada, kita bangun sistem drainase dan juga penerangan jalan melalui LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum). Itu yang dilaksanakan, termasuk penyediaan tanah untuk Sekolah Rakyat ini,” kata Rico. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Siswa MAN 2 Padangsidimpuan Lolos PPKB UI 2026 Jalur PrestasiBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER
























