Friday, June 5, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Belajar dari Avanza Terjun ke Jurang, Waspadai Tanda Rem Mobil Mulai Blong

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 09.36
journalist-avatar-top
belajar_dari_avanza_terjun_ke_jurang_waspadai_tanda_rem_mobil_mulai_blong

Ilustrasi sopir ketakutan karena rem blong (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Insiden minibus Toyota Avanza yang terjun ke jurang saat melintasi jalur ekstrem di Trenggalek menjadi peringatan penting bagi pengemudi, terutama saat berkendara di jalan menurun panjang. Salah satu ancaman paling berbahaya adalah kegagalan sistem pengereman atau rem blong, yang kerap terjadi tanpa disadari pengendara.

Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan bahwa rem blong umumnya disebabkan oleh suhu berlebih pada komponen pengereman. Kondisi ini sering muncul ketika kendaraan membawa muatan berat dan pengemudi terlalu sering menginjak pedal rem secara terus-menerus saat melaju di turunan.

“Rem bisa kehilangan fungsinya karena panas berlebih. Beban kendaraan yang terlalu berat dan kebiasaan menahan rem di turunan membuat sistem pengereman tidak lagi mampu bekerja optimal,” ujar Lung Lung, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, ketika suhu kampas dan piringan rem meningkat drastis, daya cengkeram akan menurun. Akibatnya, pedal rem terasa kosong dan respons pengereman menjadi sangat lemah, sehingga kendaraan sulit dikendalikan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Lung Lung menyarankan pengemudi melakukan langkah pencegahan sejak awal. Salah satunya dengan memastikan spesifikasi sistem pengereman sesuai dengan kebutuhan kendaraan, terutama bagi mobil yang sering digunakan untuk perjalanan jauh atau melintasi jalur pegunungan.

“Kalau mobil sering dipakai di medan berat, sistem rem sebaiknya ditingkatkan. Selain itu, pengemudi juga perlu beristirahat jika sudah tercium bau panas dari rem,” katanya.

Namun, ia mengingatkan agar pengemudi tidak melakukan tindakan keliru saat rem mulai mengalami panas berlebih. Menyiramkan air ke piringan atau kaliper rem justru berpotensi merusak komponen.

“Piringan rem bisa retak atau pecah jika langsung disiram air saat panas,” tegasnya.

Selain kondisi teknis kendaraan, teknik berkendara juga memegang peranan penting. Lung Lung menekankan pentingnya memanfaatkan engine brake saat melewati turunan panjang, sehingga beban pengereman tidak sepenuhnya bertumpu pada pedal rem.

Dengan mengombinasikan penggunaan gigi rendah dan pengereman yang tepat, risiko rem blong dapat ditekan. Hal ini menjadi langkah krusial bagi pengemudi yang kerap melintasi jalur ekstrem agar perjalanan tetap aman dan terkendali. (kompas)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN