Friday, June 5, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Penjualan Mobil Hybrid Naik November 2025, Pengamat Nilai Jadi Transisi Aman ke Elektrifikasi

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 09.02
journalist-avatar-top
penjualan_mobil_hybrid_naik_november_2025_pengamat_nilai_jadi_transisi_aman_ke_elektrifikasi

Honda HR-V Hybrid (Foto: Kumparan)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Lonjakan penjualan mobil hybrid yang terjadi pada November 2025 dinilai mencerminkan perubahan perilaku konsumen otomotif di Indonesia. Pengamat otomotif sekaligus akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai tren tersebut menunjukkan pergeseran bertahap dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju elektrifikasi.

Menurut Yannes, peningkatan penjualan mobil hybrid bukan berarti konsumen langsung beralih ke mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Sebaliknya, hybrid dipilih sebagai opsi transisi yang dianggap lebih aman dan realistis.

“Segmen kelas menengah yang selama ini terbiasa menggunakan mobil bermesin konvensional mulai mencari alternatif. Namun, sebagian masih memiliki keraguan untuk beralih sepenuhnya ke mobil listrik,” ujar Yannes saat dihubungi, Rabu (17/12/2025).

Ia menambahkan, kendaraan hybrid atau hybrid electric vehicle (HEV) dinilai mampu menjawab kekhawatiran terkait keterbatasan infrastruktur pengisian daya listrik. Dengan tetap mengandalkan mesin bensin, pengguna tidak perlu cemas soal jarak tempuh maupun ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Selain faktor infrastruktur, lonjakan penjualan hybrid juga menunjukkan meningkatnya minat konsumen terhadap inovasi teknologi otomotif. Kombinasi mesin bensin dan motor listrik menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengurangi performa kendaraan.

“Hybrid menjadi solusi yang masuk akal. Konsumsi BBM lebih hemat dibanding mobil bensin konvensional, tetapi pengguna tetap memiliki fleksibilitas karena bisa mengisi bahan bakar di mana saja,” jelasnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat distribusi mobil hybrid dari pabrik ke diler (wholesales) pada November 2025 mencapai sekitar 6.636 unit. Angka tersebut meningkat 19,4 persen dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 5.556 unit.

Secara umum, pasar otomotif nasional pada November 2025 juga menunjukkan penguatan tipis. Penjualan wholesales naik 0,32 persen, dari 74.014 unit pada Oktober menjadi 74.252 unit. Penjualan ritel bahkan mencatat pertumbuhan lebih signifikan, meningkat 6,1 persen dari 74.720 unit menjadi 79.310 unit.

Capaian tersebut menjadikan November sebagai bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang 2025. Meski demikian, jika dilihat secara kumulatif, performa pasar otomotif nasional masih belum sepenuhnya pulih.

Pada periode Januari hingga November 2025, total penjualan wholesales tercatat sebanyak 710.084 unit, turun 9,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 785.917 unit. Sementara itu, penjualan ritel selama 11 bulan 2025 berada di angka 739.977 unit, melemah 8,3 persen dibandingkan 2024 yang mencatatkan 807.586 unit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal pemulihan di beberapa segmen, pasar otomotif nasional secara keseluruhan masih menghadapi tantangan dan belum kembali ke performa optimal seperti tahun sebelumnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN