Friday, June 5, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Ford Hentikan Proyek Mobil Listrik, Catat Kerugian Rp325 Triliun Imbas Kebijakan Trump

Mistar.idRabu, 17 Desember 2025 08.22
journalist-avatar-top
ford_hentikan_proyek_mobil_listrik_catat_kerugian_rp325_triliun_imbas_kebijakan_trump

Salah satu unit mobil Ford (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ford Motor Co. mencatat penurunan nilai aset hingga US$19,5 miliar atau sekitar Rp325,55 triliun (kurs Rp16.695). Keputusan ini terjadi seiring adanya penghentian sejumlah proyek mobil listrik. Ini juga imbas perubahan arah kebijakan pemerintahan Trump serta melemahnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat.

Dari total nilai tersebut, sekitar US$8,5 miliar (Rp141,8 triliun) berasal dari pembatalan pengembangan model EV tertentu. Kerugian lain sebesar US$6 miliar (Rp100,1 triliun) terkait penghentian kerja sama usaha baterai dengan perusahaan asal Korea Selatan, SK On. Sementara itu, US$5 miliar (Rp83 triliun) dicatat sebagai biaya tambahan lainnya.

Beban kerugian tersebut sebagian besar akan dicatat pada kuartal keempat, dengan sisa dampaknya dialokasikan secara bertahap hingga tahun 2027.

CEO Ford, Jim Farley, menyebut keputusan ini diambil sebagai respons atas perubahan drastis yang terjadi di pasar otomotif AS. Ia menegaskan bahwa dinamika pasar dalam beberapa bulan terakhir memaksa perusahaan melakukan penyesuaian strategi. Pernyataan tersebut disampaikan Farley pada Senin (15/12), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Pencabutan insentif federal untuk kendaraan listrik serta pelonggaran standar emisi oleh pemerintahan Trump mendorong produsen otomotif kembali meningkatkan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil.

Kondisi tersebut diperparah dengan merosotnya penjualan EV di AS hingga 40 persen pada November, bertepatan dengan berakhirnya insentif pajak konsumen senilai US$7.500 (sekitar Rp125 juta) pada 30 September.

Produksi F-150 Lightning Terdampak

Salah satu model yang terkena dampak adalah pikap listrik F-150 Lightning, yang penjualannya turun 10 persen hingga November dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menanggapi hal ini, Ford memutuskan untuk menghentikan pengembangan generasi terbaru F-150 Lightning dan mengalihkan fokus ke model hybrid berjenis range-extended electric vehicle (EREV).

Selain itu, rencana peluncuran platform generasi baru T3 serta pengembangan van listrik untuk kebutuhan komersial juga resmi dibatalkan.

Chief Operating Officer Ford untuk kendaraan bensin dan listrik, Andrew Frick, menjelaskan bahwa strategi EV ke depan akan difokuskan pada kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Ford menargetkan harga sekitar US$30 ribu (sekitar Rp500 juta) untuk model EV pertamanya yang direncanakan meluncur pada 2027.

Menurut Andrew, dibandingkan menggelontorkan dana besar untuk EV berukuran besar yang belum menunjukkan prospek keuntungan, Ford memilih mengalihkan investasinya ke sektor yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN