Tuesday, September 1, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Surat Perpisahan La Pulga: Air Mata, Duka, dan Keputusan Terberat Messi untuk Argentina

Mistar.idSelasa, 1 September 2026 pukul 09.49 WIB
surat_perpisahan_la_pulga_air_mata_duka_dan_keputusan_terberat_messi_untuk_argentina_

Lionel Messi dengan ekspressi wajah bersedih.(Foto: Getty images/leomessi)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (1/9/2026) – Tidak ada perayaan. Tidak ada parade. Hanya sebuah unggahan di media sosial dan beberapa paragraf yang mengakhiri 22 tahun pengabdian.

Senin (31/8/2026) waktu setempat, Lionel Messi resmi menutup kisahnya bersama timnas Argentina. "La Pulga" pamit di usia 39 tahun.

Keputusan itu sejatinya sudah bulat sejak dua hari setelah final Piala Dunia 2026.

Tanggal 19 Juli lalu, di Stadion MetLife, New York, Argentina tumbang 0-1 dari Spanyol di waktu tambahan.

Mimpi Messi untuk mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya pupus.

Dari New York, Berakhir di Rosario

Empat tahun sebelumnya di Qatar, ia adalah raja. Juara dunia, mengangkat trofi, dan meraih Golden Ball.

Kini di Amerika, ia hanya bisa pulang sebagai runner-up. Setelah laga itu, Messi memilih pulang. Bukan ke Miami. Tapi ke Rosario, kampung halamannya.

Liburan singkat bersama keluarga menjadi jeda sebelum ia kembali ke lapangan bersama Inter Miami di awal Agustus.

Namun sepak bola seakan berhenti sejenak. Jumat malam, 7 Agustus 2026, kabar duka datang. Jorge Messi, sang ayah, sosok yang membesarkan, mengantar, dan menjadi manajer pertamanya, meninggal dunia di usia 68 tahun.

Dunia sepak bola berduka. Messi bungkam. Tiga minggu setelah kepergian sang ayah, lahirlah keputusan terbesar dalam hidupnya sebagai pesepak bola.

Surat Perpisahan yang Menggetarkan

Melalui surat yang ditulisnya sejak 21 Juli, Messi akhirnya bicara.

"Saya pergi dengan hati yang tenang dan rasa bangga karena telah memberikan, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang dulu hanya sebatas impian. Sungguh pengalaman luar biasa bisa menjalani semua ini bersama kalian. Saya mencintai kalian!" tulisnya.

"Saya menulis kata-kata ini pada tanggal 21 Juli, dua hari setelah laga final. Hari ini, setelah peristiwa yang menimpa ayah saya, keyakinan saya menjadi jauh lebih kuat dari sebelumnya".

Ia menutup dengan kalimat yang membuat jutaan Argentinos menangis:

"Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina. Ayo, Argentina!"

Messi pergi bukan dengan tangan kosong. Ia meninggalkan lemari trofi yang penuh:

Juara Dunia 2022, 2x Juara Copa America 2021 & 2024, dan Juara Finalissima 2022.

Dari bocah kurus dengan masalah hormon di Rosario, menjadi kapten yang mengangkat Argentina ke puncak dunia.

Kini, era Messi bersama Albiceleste telah usai. Tapi ceritanya, akan terus diwariskan turun-temurun.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN