Monday, June 22, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Persik Kediri Tahan Comeback Gila Arema FC, Drama 5 Gol di Gresik Berakhir 3-2

Mistar.idMinggu, 3 Mei 2026 pukul 17.40 WIB
journalist-avatar-top
persik_kediri_tahan_comeback_gila_arema_fc_drama_5_gol_di_gresik_berakhir_32

Ilustrasi, Persik Kediri Tahan Comeback Gila Arema FC, Drama 5 Gol di Gresik Berakhir 3-2. (foto:ferry/dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gresik, Minggu (3/5/2026) sore WIB — Persik Kediri sukses mengamankan tiga poin penting usai menundukkan Arema FC dengan skor tipis 3-2 pada laga pekan ke-31 Liga 1 (BRI Super League) di Stadion Gelora Joko Samudro.

Pertandingan berlangsung dalam dua babak dengan cerita yang kontras. Macan Putih tampil dominan dan efisien di babak pertama, sementara Singo Edan bangkit dan hampir mencuri hasil di paruh kedua.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persik langsung menekan. Hasilnya terlihat cepat saat Ernesto Gómez membuka keunggulan pada menit ke-8, memanfaatkan umpan matang José Enrique. Gol ini menjadi momentum awal dominasi tim tuan rumah.

Persik terus menjaga intensitas serangan. Pada menit ke-28, Telmo Castanheira menggandakan keunggulan lewat kerja sama apik dengan Otto Bayu. Kombinasi keduanya kembali menjadi ancaman serius bagi lini belakang Arema.

Menjelang turun minum, Persik semakin menjauh. Ernesto Gómez mencetak gol keduanya di menit ke-43 setelah menerima assist Otto Bayu. Skor 3-0 bertahan hingga jeda, mencerminkan efektivitas tinggi Macan Putih meski tidak mendominasi penguasaan bola.

Memasuki babak kedua, Arema FC merespons dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Masuknya Salim Akbar Tuharea, Arkhan Fikri, dan Leo Guntara membawa energi baru bagi Singo Edan.

Perubahan ini langsung berdampak. Arema tampil lebih agresif dan mulai mendominasi permainan. Tekanan demi tekanan dilancarkan, terlihat dari jumlah peluang dan dominasi bola yang meningkat signifikan.

Meski demikian, gol yang dinanti baru hadir di menit ke-86. Dalberto memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1 setelah memanfaatkan assist Salim Akbar Tuharea.

Drama belum berakhir. Di masa injury time, tepatnya menit 90+6, Maia mencetak gol kedua Arema usai menerima umpan Rio Fahmi. Skor berubah menjadi 3-2 dan membuat laga semakin menegangkan di sisa waktu.

Namun, Persik mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan 3-2 pun menjadi milik Macan Putih, meski harus melalui tekanan hebat di menit-menit akhir.

Secara statistik, Arema FC sebenarnya tampil lebih dominan dengan 56 persen penguasaan bola dan 19 tembakan, berbanding 10 milik Persik. Bahkan, Singo Edan unggul jauh dalam jumlah tendangan sudut dengan 10 peluang, sementara Persik hanya mencatat satu.

Meski demikian, efektivitas menjadi pembeda. Persik mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki, terutama di babak pertama, sementara Arema baru menemukan ritme permainan setelah tertinggal jauh.

Kemenangan ini memperkuat posisi Persik Kediri di klasemen sementara Liga 1, sekaligus menjaga asa mereka untuk finis di papan atas. Di sisi lain, Arema FC kembali dihadapkan pada persoalan klasik: inkonsistensi permainan, terutama saat mengawali laga.

Laga ini menjadi bukti bahwa dominasi statistik tidak selalu menjamin kemenangan. Dalam sepak bola, ketajaman, momentum, dan efektivitas tetap menjadi faktor penentu hasil akhir.

(fotmob/flashscore/ai/hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN