Liverpool vs Barnsley 4-1: Drama Gol Indah, Blunder Fatal, dan Kontroversi di Piala FA

Kemelut di depan gawang saat pertandingan Liverpool vs Barnsley di Piala FA yang berujung dengan skor 4-1 . (foto:101greatgoals/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Liverpool melangkah ke putaran keempat Piala FA 2025/2026 setelah menundukkan Barnsley dengan skor 4-1 di Stadion Anfield, Selasa (13/1/2026) pagi WIB. Namun, kemenangan tersebut jauh dari kata mudah. Laga ini menghadirkan rangkaian gol spektakuler, kesalahan fatal, hingga keputusan wasit yang menuai kontroversi.
Skor akhir memang menempatkan Liverpool sebagai pemenang meyakinkan, tetapi cerita di baliknya memperlihatkan bagaimana Barnsley, tim League One, mampu memberi perlawanan sengit dan membuat publik Anfield sempat terdiam.
Gol Roket Szoboszlai Awali Dominasi Liverpool
Dominik Szoboszlai membuka keunggulan Liverpool dengan cara istimewa. Pada menit ke-9, gelandang asal Hungaria itu melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 yard yang meluncur ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan kiper Barnsley, Murphy Cooper.
Gol tersebut menegaskan reputasi Szoboszlai sebagai spesialis tendangan jarak jauh. Dalam tiga musim terakhir, ia telah mencetak delapan gol dari luar kotak penalti—jumlah tertinggi di skuad Liverpool.
Frimpong Gandakan Keunggulan Lewat Gol Kualitas Tinggi
Liverpool menggandakan keunggulan pada menit ke-36 melalui Jeremie Frimpong. Berawal dari pergerakan di sisi kanan, bek asal Belanda itu menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak memberi waktu reaksi bagi Cooper.
Dua gol awal Liverpool sama-sama lahir dari kualitas individu, bukan dari kesalahan lini belakang Barnsley. Pada titik ini, laga terlihat akan berjalan satu arah.
Blunder Tak Terduga Hidupkan Harapan Barnsley
Namun, jalannya pertandingan berubah drastis pada menit ke-40. Szoboszlai, yang tampil gemilang, justru melakukan kesalahan fatal di area sendiri. Upayanya mengoper bola dengan tumit berakhir kacau dan dimanfaatkan Adam Phillips untuk mencetak gol.
Momen ini menjadi ironi tersendiri, mengingat Phillips merupakan lulusan akademi Liverpool. Gol tersebut membawa Barnsley kembali ke permainan dan menutup babak pertama dengan skor 2-1.
Kontroversi Penalti Tanpa VAR di Babak Kedua
Babak kedua diwarnai kontroversi besar. Szoboszlai kembali menjadi pusat perhatian setelah terlihat menjegal Reyes Cleary di kotak penalti. Wasit Farai Hallam memilih tidak memberikan penalti, meski tayangan ulang menunjukkan adanya kontak yang signifikan.
Absennya VAR—yang baru diterapkan mulai putaran kelima Piala FA—membuat keputusan tersebut tak bisa ditinjau ulang. Kubu Barnsley pun meluapkan kekecewaan, karena momen itu berpotensi mengubah jalannya laga secara drastis.
Wirtz dan Ekitike Mengunci Kemenangan
Ketika Barnsley mulai kelelahan dan berusaha menyamakan kedudukan, Liverpool justru tampil lebih efektif. Florian Wirtz mencetak gol ketiga pada menit ke-84 usai memaksimalkan umpan matang Hugo Ekitike.
Di masa tambahan waktu, giliran Ekitike yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan terobosan dari Wirtz. Gol keempat ini sekaligus memupus harapan Barnsley dan mengunci kemenangan Liverpool.
Statistik Menunjukkan Laga Lebih Ketat dari Skor
Meski menang telak, statistik menunjukkan pertandingan berlangsung cukup berimbang. Liverpool mencatatkan xG sebesar 1,94, sementara Barnsley berada di angka 1,14. Bahkan, pada babak pertama, Barnsley unggul dalam nilai xG.
Data tersebut menegaskan bahwa skor 4-1 tidak sepenuhnya mencerminkan kerasnya perlawanan Barnsley di Anfield.
Fakta Menarik Liverpool vs Barnsley
- Dominik Szoboszlai menjadi pemain Hungaria pertama yang mencetak gol di Piala FA untuk klub Liga Primer sejak Zoltan Gera pada 2011.
- Adam Phillips mencetak gol ke gawang klub masa kecilnya di Anfield.
- Liverpool dipastikan menghadapi Brighton di putaran keempat Piala FA.
- Tidak adanya VAR kembali menjadi sorotan besar dalam laga ini.
Kesimpulan: Liverpool memang pantas melaju ke babak berikutnya, tetapi laga melawan Barnsley menjadi peringatan serius. Kesalahan individu dan keputusan kontroversial nyaris membuat mereka kehilangan kendali.
Bagi Barnsley, meski tersingkir, penampilan berani di Anfield memberi modal kepercayaan diri di tengah perjuangan mereka di League One. Piala FA sekali lagi membuktikan bahwa cerita besar sering lahir dari detail kecil.
(fotmob/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















