Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Indonesia Raih 15 Emas di World Para Athletics Grand Prix 2026

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 15.18 WIB
indonesia_raih_15_emas_di_world_para_athletics_grand_prix_2026

Kontingen para atletik Indonesia. (foto: NPC Indonesia/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Kontingen para atletik Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko. Sepanjang kompetisi yang berlangsung pada 21–24 Juli, tim Merah Putih mengoleksi 15 medali emas dan satu medali perak, sekaligus menorehkan rekor dunia serta rekor Asia.

Berkat raihan tersebut, Indonesia menempati posisi runner-up klasemen akhir perolehan medali. Tuan rumah Meksiko keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan 99 emas, 101 perak, dan 81 perunggu dengan dukungan ratusan atlet yang diturunkan.

Salah satu pencapaian paling mencolok datang dari I Kadek Dwi Purwana Yasa. Atlet lempar cakram klasifikasi F57 itu sukses memecahkan rekor dunia melalui lemparan sejauh 48,68 meter, melewati catatan sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, yang mencapai 48,55 meter.

"Saya sebenarnya tidak menyangka bisa memecahkan rekor. Saya hanya berusaha melempar sebaik mungkin, ternyata hasilnya justru melampaui rekor dunia. Tentu saya sangat senang dan benar-benar di luar dugaan," ujar Kadek.

Prestasi lain ditorehkan Nanda Mei Sholihah yang memecahkan rekor Asia pada nomor lari 100 meter klasifikasi T45/46/47. Atlet klasifikasi T47 tersebut juga menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan tiga emas, masing-masing dari dua nomor individu dan satu nomor estafet.

"Target berikutnya adalah Asian Para Games 2026. Saya akan tampil di nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet. Harapannya bisa tampil lebih baik, mencapai target pribadi, bahkan memecahkan rekor-rekor yang ada," kata Nanda.

Selain Nanda, Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim masing-masing menyumbangkan dua medali emas dari nomor individu. Sementara emas lainnya dipersembahkan Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Suparni Yati. Adapun satu-satunya medali perak Indonesia diraih Jaenal Aripin.

Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengapresiasi penampilan anak asuhnya. Menurutnya, hasil di Meksiko menjadi bukti bahwa program pemusatan latihan nasional mulai menunjukkan hasil yang positif.

"Hasilnya sangat memuaskan. Kadek Dwi berhasil memecahkan rekor dunia di nomor lempar cakram F57, sementara Nanda Sholihah mencatat rekor Asia pada nomor 100 meter T47," ujar Setyo dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (28/7/2026).

Ia menambahkan, kejuaraan di Meksiko menjadi ajang penting untuk mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 sekaligus menjadi uji coba terakhir sebelum Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.

"Waktunya sangat tepat karena kami masih memiliki sekitar tiga bulan untuk mematangkan persiapan menuju Asian Para Games. Kami akan terus meningkatkan performa atlet agar mencapai puncaknya saat berlaga di Nagoya," tutur Setyo.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN