Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Bodø/Glimt Bikin Kejutan Gila! Atlético Madrid Tumbang 1-2 di Metropolitano

Mistar.idKamis, 29 Januari 2026 pukul 06.39 WIB
bodglimt_bikin_kejutan_gila_atltico_madrid_tumbang_12_di_metropolitano

Aksi perebutan bola dalam pertandingan Bodø/Glimt vs Atlético Madrid yang berakhir dengan skor 1-2 di Metropolitano, Kamis (29/1/2026) pagi WIB. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Keajaiban sepak bola Eropa kembali terjadi. Bodø/Glimt menorehkan sejarah besar dengan menumbangkan Atlético Madrid 2-1 pada putaran ke-8 Liga Champions di Civitas Metropolitano, Madrid, Kamis (29/1/2026) WIB. Kemenangan dramatis ini memastikan klub asal Norwegia tersebut melaju ke knockout phase play-offs, sekaligus mengukir salah satu hasil paling mengejutkan musim ini.

Bermain di kandang lawan yang terkenal angker, Bodø/Glimt tampil tanpa rasa gentar. Mereka bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu memukul balik dominasi tuan rumah dengan efektivitas luar biasa.

Atlético sejatinya memulai laga dengan agresif. Dukungan penuh publik Metropolitano mendorong pasukan Diego Simeone menekan sejak menit awal. Hasilnya terlihat pada menit ke-15, ketika Alexander Sørloth membuka keunggulan lewat sundulan keras memanfaatkan umpan akurat David Hancko. Gol tersebut memperpanjang rekor impresif Atlético yang selalu mencetak gol dalam 15 laga kandang Liga Champions beruntun.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Alih-alih terintimidasi, Bodø/Glimt justru menemukan ritmenya. Pada menit ke-34, Fredrik Bjørkan mengirim umpan terukur yang diselesaikan dengan tenang oleh Fredrik Sjøvold. Gol penyeimbang ini menjadi titik balik, sekaligus memicu kegelisahan di kubu tuan rumah.

Babak pertama berjalan dalam tempo tinggi dan penuh peluang. Atlético hampir kembali unggul menjelang jeda, tetapi tembakan keras Pablo Barrios hanya membentur mistar gawang. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, meski tuan rumah unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan.

Memasuki babak kedua, Atlético semakin mendominasi. Mereka menguasai lebih dari 70 persen ball possession dan terus menggempur pertahanan Bodø/Glimt. Ironisnya, dominasi itu tak berbanding lurus dengan kualitas peluang. Pertahanan rapat tim tamu memaksa Atlético melepaskan banyak tembakan spekulatif tanpa hasil nyata.

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-59. Berawal dari kemelut di kotak penalti, bola liar jatuh ke kaki Kasper Waarts Høgh, yang dengan dingin menceploskan bola ke gawang Jan Oblak. Gol tersebut sempat ditinjau VAR sebelum akhirnya disahkan—dan stadion pun terdiam.

Tertinggal, Atlético mencoba segalanya. Simeone melakukan sejumlah pergantian untuk menambah daya gedor. Sepanjang laga, Los Rojiblancos mencatat 27 tembakan dan xG 2,04, jauh di atas Bodø/Glimt yang hanya melepaskan 11 tembakan dengan xG 1,88. Namun, satu fakta mencolok menjadi penentu: Atlético gagal menciptakan satu pun big chance di babak kedua.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Bodø/Glimt menang 2-1 dan mencatat kemenangan beruntun di kompetisi Eropa—sesuatu yang terakhir kali dilakukan klub Norwegia oleh Rosenborg pada 2007.

Hasil ini membawa Bodø/Glimt finis di peringkat ke-23 klasemen fase liga dan memastikan tiket ke knockout play-offs. Sebaliknya, Atlético harus puas turun ke posisi ke-14 dan juga dipaksa melewati jalur play-offs, hasil yang jelas mengecewakan mengingat dominasi mereka sepanjang pertandingan.

Bagi Bodø/Glimt, malam di Madrid ini akan dikenang selamanya. Datang dari utara Eropa, dari liga yang bahkan belum memulai musim domestik, mereka membuktikan bahwa keberanian, disiplin, dan efisiensi masih bisa mengalahkan nama besar dan dominasi statistik. Liga Champions kembali mengingatkan: sepak bola selalu punya ruang untuk keajaiban.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN