Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Ajax Tersingkir Tragis! Olympiacos Menang 2-1 di Johan Cruijff ArenA

Mistar.idKamis, 29 Januari 2026 pukul 07.50 WIB
ajax_tersingkir_tragis_olympiacos_menang_21_di_johan_cruijff_arena

Pemain Olympiacos merayakan kemenangannya atas Ajax dengan skor akhir 2-1 di Johan Cruijff ArenA, Kamis (29/1/2026) pagi WIB. (foto:reuters/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ajax harus menelan pil pahit di kandang sendiri. Bermain di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, Kamis (29/1/2026) pagi WIB, raksasa Belanda itu kalah 1-2 dari Olympiacos pada putaran ke-8 Liga Champions 2025/2026. Hasil ini memastikan Ajax gugur dari kompetisi, sementara wakil Yunani melangkah ke knockout phase play-offs.

Laga berlangsung penuh drama, mulai dari gol cepat di babak kedua, keputusan VAR yang krusial, hingga momen heroik di garis gawang yang mematikan harapan Ajax di menit-menit akhir.

Ajax Dominan, Tapi Gagal Maksimalkan Peluang

Sejak peluit awal, Ajax tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan dibangun dengan rapi, terutama melalui sisi kiri yang digerakkan Owen Wijndal. Peluang emas hadir pada menit ke-25 ketika Oscar Gloukh berdiri bebas di depan gawang, namun sepakan jarak dekatnya justru melambung di atas mistar.

Ajax sempat menjebol gawang Olympiacos pada menit ke-32 lewat Kasper Dolberg, tetapi selebrasi itu buyar setelah VAR menyatakan sang striker berada dalam posisi offside tipis. Hingga jeda, skor tetap 0-0, meski Ajax unggul dalam penguasaan bola dan jumlah peluang.

Awal Buruk Babak Kedua Kembali Menghantui

Masalah klasik Ajax kembali muncul selepas turun minum. Baru tujuh menit babak kedua berjalan, Gelson Martins membawa Olympiacos unggul pada menit ke-52. Berawal dari kombinasi satu-dua cepat dengan Mehdi Taremi di tepi kotak penalti, Martins mengecoh bek Ajax sebelum menaklukkan kiper dengan sepakan ke sudut kiri bawah.

Gol tersebut langsung mengubah atmosfer stadion. Johan Cruijff ArenA yang sebelumnya riuh mendadak senyap, seakan menyadari ancaman eliminasi semakin nyata.

VAR, Penalti, dan Harapan yang Kembali Menyala

Ajax berusaha bangkit dan akhirnya mendapatkan momentum lewat keputusan VAR. Tembakan Sean Steur mengenai tangan Christos Mouzakitis, dan wasit menunjuk titik putih pada menit ke-67.

Kasper Dolberg tampil sebagai algojo dan menunaikan tugasnya dengan sempurna. Penalti keras ke sudut kiri atas gawang pada menit ke-69 membuat skor kembali imbang 1-1. Publik ArenA kembali hidup, dan harapan Ajax untuk bertahan di Liga Champions pun menyala.

Hezze Jadi Penentu, Ajax Terdiam

Namun, Olympiacos menunjukkan mentalitas tim berpengalaman. Saat Ajax mulai percaya diri, justru tim tamu yang memukul telak. Menit ke-79, pemain pengganti Chiquinho mengirimkan sepak pojok akurat dari sisi kiri.

Tanpa pengawalan, Santiago Hezze menyambut bola dengan sundulan terarah ke sudut kanan bawah gawang. Gol ini menjadi gol pertamanya di Liga Champions musim ini—dan datang di waktu paling menentukan.

Ironisnya, gol tersebut lahir dari peluang kecil, tetapi berbuah dampak besar bagi nasib Ajax.

Detik-Detik Akhir yang Menyakitkan

Ajax hampir menyelamatkan diri dari kekalahan. Pada menit ke-86, sundulan Wout Weghorst tampak akan berbuah gol penyeimbang. Namun, Konstantinos Retsos melakukan sapuan krusial tepat di garis gawang.

Momen itu menjadi penutup sempurna bagi Olympiacos—dan mimpi buruk bagi Ajax. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 tak berubah.

Statistik Tak Berpihak pada Hasil Akhir

Secara statistik, Ajax sebenarnya tampil lebih dominan. Mereka melepaskan 11 tembakan dengan empat tepat sasaran dan mencatatkan xG sebesar 1,84. Olympiacos juga mencatatkan 11 tembakan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang dengan xG 0,54.

Namun, Liga Champions kembali menegaskan satu hal: efektivitas mengalahkan dominasi.

Kesimpulan: Efisiensi Singkirkan Ajax dari Liga Champions

Kekalahan ini menegaskan berakhirnya perjalanan Ajax di Liga Champions 2025/2026. Dominasi permainan, peluang melimpah, dan dukungan publik sendiri tak cukup untuk menyelamatkan mereka dari eliminasi.

Sebaliknya, Olympiacos tampil disiplin, sabar, dan sangat efisien dalam memanfaatkan momen penting. Amsterdam pun harus menerima kenyataan pahit, sementara wakil Yunani melangkah mantap ke fase berikutnya.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN