Newsroom: Puluhan Tahun Jual Kalong, Warga Pancur Batu Biayai Sekolah Anak

Newsroom: Puluhan Tahun Jual Kalong, Warga Pancur Batu Biayai Sekolah Anak
Newsroom: Puluhan Tahun Jual Kalong, Warga Pancur Batu Biayai Sekolah Anak
Deli Serdang, MISTAR.ID
Kalong merupakan hewan mamalia pemakan buah yang aktif pada malam hari atau dikenal sebagai hewan nokturnal. Mamalia terbang ini masih satu spesies dengan kelelawar atau chiroptera.
Di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, keberadaan kalong tidak hanya berperan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi sebagian warga.
Kalong diperjualbelikan karena dipercaya memiliki khasiat kesehatan, di antaranya untuk mengobati sesak napas, penyakit paru-paru, hingga gangguan hati.
Salah seorang penjual kalong, Santi Gurusinga, 37 tahun, menjajakan hewan ini di Desa Pertampilen, Jalan Jamin Ginting Kilometer 20, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.
Baca Juga: Newsroom: Viral Dugaan Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat, Libatkan Oknum TNI-Polri
Saat ditemui Mistar TV, Selasa (20/1/2026), Santi mengaku telah berjualan kalong selama 20 tahun. Dari hasil penjualan tersebut, ia mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai sekolah tiga orang anaknya.
Kalong yang dijual Santi didatangkan dari Pekanbaru, Provinsi Riau. Harga jualnya bervariasi, tergantung ukuran, mulai dari Rp350.000 hingga Rp550.000 per ekor.
Pembelinya datang dari berbagai daerah, seperti Tanjung Morawa, Pematangsiantar, Parapat, hingga Kalimantan, serta warga Kota Medan dan Deli Serdang.
Selain menjual kalong, Santi juga berjualan buah-buahan musiman seperti durian, nangka, dan nanas di depan rumahnya. (hm21).
BERITA TERPOPULER




















