Saturday, June 6, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: Viral Dugaan Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat, Libatkan Oknum TNI-Polri

Mistar.idRabu, 21 Januari 2026 19.48
WA
AS
newsroom_viral_dugaan_pengeroyokan_satu_keluarga_di_medan_barat_libatkan_oknum_tnipolri

Newsroom: Viral Dugaan Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat, Libatkan Oknum TNI-Polri

Newsroom: Viral Dugaan Pengeroyokan Satu Keluarga di Medan Barat, Libatkan Oknum TNI-Polri

news_banner

Medan, MISTAR.ID


Viral di media sosial, satu keluarga di Jalan Karya, Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, mengaku mengalami aksi pengeroyokan, Kamis (8/1/2026) malam. Video tersebut diunggah oleh akun @dianacantika.

Peristiwa ini mencuat setelah Diana dan Handoyo—dua orang yang mengaku mengalami tindak kekerasan—menyampaikan langsung kejadian yang mereka alami kepada MISTAR.

Saat ditemui MISTAR, Selasa (20/1/2026), Diana menjelaskan keributan bermula ketika belasan anggota keluarga dari pihak kakak iparnya datang ke rumah orang tua mereka di Jalan Karya. Kedatangan rombongan tersebut awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan antara Diana dan kakak iparnya, A.

Pertemuan itu sengaja diinisiasi oleh abang kandung Diana, Handoyo, dengan harapan persoalan keluarga dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun situasi justru memanas. Rombongan keluarga A disebut datang dalam kondisi emosi, masuk ke rumah tanpa etika, serta melontarkan kata-kata tidak pantas. Keributan pun memuncak dan berujung tindakan kekerasan terhadap sejumlah anggota keluarga.

Akibat kejadian tersebut, beberapa orang mengalami luka, di antaranya Handoyo dan Handoko—abang kembar Diana—suaminya, ibu kandungnya, hingga anaknya yang masih di bawah umur.

Diana mengatakan, seorang oknum Polri yang turut berada bersama rombongan tersebut dinilai melakukan pembiaran saat aksi kekerasan terjadi.

Merasa dirugikan, pihak keluarga Diana menempuh jalur hukum dengan membuat tiga laporan sekaligus, masing-masing ke Polrestabes Medan, Propam Polda Sumatera Utara, serta Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan.

Sementara itu, Handoyo menyebut orang yang melakukan kekerasan merupakan abang iparnya sendiri yang berstatus sebagai anggota TNI. Ia juga mengaku menerima dua kali pukulan dari abang iparnya saat dirinya berteriak meminta pertolongan dari dalam rumah.

Keluarga Diana berharap seluruh laporan yang telah disampaikan dapat diproses secara adil, transparan, dan profesional, mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum aparat negara.

Hingga kini, keluarga tersebut mengaku masih diliputi rasa takut dan berharap mendapatkan perlindungan hukum sepenuhnya.

Sementara itu, pihak Polrestabes Medan saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Bayu Putro Wijayanto belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. (hm21).

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN