Newsroom: Hangatnya Kanji Rumbi, Pengobat Rindu Kampung di Senja Ramadan

Newsroom: Hangatnya Kanji Rumbi, Pengobat Rindu Kampung di Senja Ramadan
Newsroom: Hangatnya Kanji Rumbi, Pengobat Rindu Kampung di Senja Ramadan
Medan, MISTAR.ID
Aroma serai dan rempah sudah menguar sejak Jumat (27/2/2026) siang, jauh sebelum azan Magrib berkumandang. Di halaman Masjid Raya Aceh Sepakat, kuali besar terus mengepul, menandai dimulainya satu tradisi Ramadhan yang tak pernah absen, Bubur Kanji Rumbi.
Di sudut dapur, Nanabuani, 65 tahun, yang akrab disapa Agam, berdiri tenang sambil mengaduk bubur yang perlahan mengental. Tangannya terlatih. Sejak 1987, ia menjadi bagian dari denyut Ramadhan di masjid ini. Baginya, Kanji Rumbi bukan sekadar menu berbuka, melainkan warisan yang terus dijaga.
Beras yang telah menjadi bubur dimasak perlahan, lalu dipadukan dengan rempah-rempah halus. Serai, bawang perai, ayam, garam, dan bumbu pilihan lainnya menyatu dalam racikan yang kaya rasa. Bawang yang telah ditumis lebih dulu dimasukkan ke dalam adonan, menghadirkan wangi gurih yang khas.
Prosesnya tidak singkat. Setidaknya, butuh waktu tiga jam hingga tekstur bubur benar-benar lembut dan bumbu meresap sempurna. Namun, tak seorang pun mempermasalahkan lamanya waktu. Sebab, di setiap sendoknya tersimpan cerita tentang kebersamaan dan ketekunan.
Menjelang senja, suasana pelataran masjid mulai ramai. Warga berdatangan; sebagian duduk bersila, sebagian lagi berbincang ringan sambil menanti waktu berbuka. Ketika bubur hangat itu dibagikan, wajah-wajah yang lelah seharian berpuasa seketika berubah lega.
Bagi masyarakat keturunan Aceh di Kota Medan, Kanji Rumbi adalah pengikat identitas. Ia menghubungkan generasi lama dan muda dalam satu rasa yang sama. Tradisi ini terus dirawat, bukan hanya untuk menjaga cita rasa, tetapi juga memastikan jejak leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Di kota yang terus bergerak cepat, Bubur Kanji Rumbi menjadi penanda bahwa ada nilai yang tak lekang oleh waktu: kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur yang sederhana, semangkuk bubur hangat saat azan Magrib berkumandang. (hm21).
BERITA TERPOPULER























