Friday, July 10, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kapal Wisata Diterjang Ombak di Pulau Padar, Empat WN Spanyol Tewas

Mistar.idMinggu, 28 Desember 2025 pukul 09.52 WIB
kapal_wisata_diterjang_ombak_di_pulau_padar_empat_wn_spanyol_tewas

Tim SAR temukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo (Foto: Antara)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Tragedi laut terjadi di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah kapal wisata semi pinisi bernama KM Putri Sakinah tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi, Jumat (26/12/2025) malam. Empat warga negara Spanyol yang merupakan satu keluarga dinyatakan meninggal dunia.

Kapal wisata tersebut mengangkut total 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asing, empat anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu wisata. Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar untuk agenda trekking.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan kapal mengalami mati mesin di tengah gelombang laut setinggi lebih dari dua meter, sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.

“Tim SAR berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam kondisi selamat, sementara empat penumpang lainnya merupakan wisatawan mancanegara asal Spanyol yang berada dalam satu rombongan keluarga,” ujar Stephanus, Sabtu (27/12/2025).

Identitas Korban Terungkap

Keempat korban diketahui adalah Fernando Martin Carreras (44), pelatih Tim B Putri Valencia CF, bersama tiga anaknya. Carreras merupakan mantan pesepak bola profesional yang pernah memperkuat Cultural Leonesa dan Cartagena sebelum berkarier sebagai pelatih di Spanyol.

Insiden tragis tersebut terjadi hanya sehari setelah perayaan Natal, saat korban dan keluarganya tengah menikmati liburan di Labuan Bajo.

Proses Pencarian Terkendala Gelombang

Stephanus mengungkapkan proses evakuasi dan pencarian sempat mengalami kesulitan akibat fenomena swell, yakni gelombang tinggi yang muncul tiba-tiba dengan ketinggian 2–3 meter dalam durasi singkat.

“Gelombang tinggi datang cepat, hanya sekitar setengah sampai satu jam, sehingga menyulitkan pencarian awal,” jelasnya.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga instansi terkait. Seluruh korban selamat telah dievakuasi ke Labuan Bajo dan mendapat penanganan medis.

BMKG Keluarkan Peringatan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang tinggi di perairan Labuan Bajo hingga akhir Desember 2025, dipicu oleh pengaruh bibit siklon tropis 96S.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menyebut wilayah perairan selatan Labuan Bajo berpotensi mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter, bahkan bisa meningkat sewaktu-waktu terutama saat hujan disertai petir.

“Kondisi laut masih dinamis dan perlu kewaspadaan tinggi, khususnya bagi aktivitas wisata laut,” kata Maria.

Imbauan untuk Wisata Bahari

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi operator kapal dan wisatawan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dan keselamatan pelayaran, terutama di musim gelombang tinggi.

Pihak berwenang mengimbau agar seluruh aktivitas wisata laut di kawasan Taman Nasional Komodo mematuhi standar keselamatan dan rekomendasi cuaca demi mencegah kejadian serupa terulang.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN