Monday, July 20, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Gelombang Tinggi Penyebab Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo

Mistar.idSabtu, 27 Desember 2025 pukul 14.13 WIB
gelombang_tinggi_penyebab_kapal_wisata_tenggelam_di_perairan_pulau_padar_labuan_bajo

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto. (Foto: Antara/Gecio Viana)

news_banner

Labuan Bajo, MISTAR.ID

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memastikan kapal wisata yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/12/2025) malam disebabkan gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto mengatakan gelombang yang menghantam kapal berupa swell dengan ketinggian sekitar 2-3 meter dan terjadi dalam periode singkat.

“Kondisi gelombang swell datang secara mendadak dengan durasi hanya sekitar setengah hingga satu jam. Hal ini menyulitkan proses pencarian awal karena gelombang sangat tinggi,” kata Stephanus di Labuan Bajo, Sabtu (27/12/2025) dilansir dari Antara.

Kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah diketahui mengalami mati mesin sebelum akhirnya tenggelam. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, empat anak buah kapal (ABK), dan satu pemandu wisata.

Sebelum kejadian, kapal membawa rombongan wisata menuju Pulau Kalong. Setelah itu, kapal bertolak ke Pulau Padar untuk agenda pendakian pada Sabtu pagi. Namun, kapal mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Pulau Padar.

“Kami berhasil menyelamatkan tujuh orang, terdiri dari empat awak kapal, satu pemandu wisata, dan dua penumpang. Sementara empat penumpang lainnya masih dalam pencarian,” ujar Stephanus.

Pada pencarian hari pertama, tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejauh sekitar satu nautical mile selama tiga jam, namun belum menemukan korban lainnya.

Pencarian hari kedua melibatkan sekitar 40 personel dari berbagai unsur, antara lain KSOP Labuan Bajo, Basarnas, Baharkam Mabes Polri, Ditpolairud Polda NTT, Polairud Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, asosiasi pemilik kapal wisata, serta tim penyelam Persatuan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM).

“Sedikitnya tujuh alat utama dan sekitar 40 personel dikerahkan untuk operasi pencarian,” katanya.

Stephanus menambahkan, apabila kondisi cuaca memburuk, pos Balai Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Padar akan digunakan sebagai tempat berlindung sementara bagi tim SAR gabungan.

Empat wisatawan asal Spanyol yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier.

Operasi pencarian terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel di lapangan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN