Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Telusuri Asal Gelondongan Kayu di Sumut, Kementerian LH Panggil Delapan Perusahaan

Mistar.idSenin, 1 Desember 2025 pukul 16.59 WIB
_telusuri_asal_gelondongan_kayu_di_sumut_kementerian_lh_panggil_delapan_perusahaan_

Gelondongan kayu saat banjir di Sumut. (foto: Antara/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) akan memanggil delapan perusahaan yang beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara (Sumut), untuk menelusuri asal gelondongan kayu yang terseret banjir saat bencana melanda wilayah tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pemanggilan ini dilakukan setelah kementerian mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi di area yang turut memperparah kondisi bencana. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Anugerah Proklim 2025 di Jakarta, Senin (1/12/2025).

Menurut Hanif, identifikasi dilakukan melalui analisis citra satelit, yang menunjukkan adanya delapan perusahaan—mulai dari perkebunan sawit hingga tambang emas—beroperasi di wilayah tersebut.

“Ada delapan (perusahaan) yang berdasarkan analisis citra satelit berkontribusi memperparah dampak hujan. Saya sudah meminta Deputi Gakkum untuk mengambil langkah cepat dan terukur,” ujarnya.

Hanif menjelaskan, citra satelit memungkinkan kementerian memetakan kondisi wilayah pada saat hujan lebat dan banjir terjadi. “Dari citra satelit, kita bisa melihat apa yang terjadi di lokasi bencana saat intensitas hujan tinggi,” katanya.

Pihaknya juga akan meminta masing-masing perusahaan memberikan penjelasan, dilengkapi citra satelit resolusi tinggi untuk memastikan kondisi lahan sebelum banjir terjadi. “Agar dapat dibuktikan dari mana asal gelondongan kayu yang terbawa banjir,” ucap Hanif.

Banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kerusakan besar. Data BNPB mencatat 442 korban jiwa hingga Senin pagi.

Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung lokasi terdampak. Pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah di Sumatra untuk menekan intensitas hujan. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN