Motif Gadis Cantik Asal Sumsel Menyamar Sebagai Pramugari Maskapai Batik Air

Khairun Nisya saat diamankan. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Kasus penyamaran Khairun Nisya sebagai pramugari Batik Air membuka sisi lain tentang tekanan sosial dan ekspektasi keluarga terhadap anak muda. Di balik aksi nekat tersebut, terungkap motif personal yang jauh dari niat kriminal.
Nisya, perempuan berusia 23 tahun asal Sumatera Selatan (Sumsel), pernah mengikuti proses rekrutmen pramugari Batik Air. Namun kegagalannya lolos seleksi membuat ia merasa malu dan tertekan, terutama di hadapan keluarga.
Alih-alih mengakui kegagalan itu, Nisya memilih jalan pintas: menciptakan citra seolah dirinya telah resmi bekerja sebagai awak kabin. Ia membeli seragam pramugari, koper, hingga atribut lain melalui toko online, lalu memakainya untuk meyakinkan orang tuanya bahwa impiannya menjadi pramugari telah tercapai.
“Yang bersangkutan mengenakan atribut maskapai agar keluarganya percaya sudah bekerja,” ujar Kasat Reskrim Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).
Penyamaran itu awalnya hanya ditujukan untuk konsumsi keluarga. Namun situasi berubah ketika Nisya tetap mengenakan seragam pramugari saat melakukan penerbangan dari Palembang menuju Jakarta.
Ia mengaku sebenarnya berniat mengganti pakaian sebelum naik pesawat, tetapi keterbatasan waktu membuatnya tetap mengenakan seragam tersebut hingga tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Penampilan Nisya yang menyerupai pramugari aktif membuatnya disangka sebagai awak kabin tambahan. Padahal, ia tercatat sebagai penumpang biasa yang membeli tiket sendiri.
Kecurigaan muncul ketika Nisya tak mampu menjawab pertanyaan dasar seputar tugas awak kabin. Petugas keamanan bandara pun langsung melakukan pemeriksaan, hingga akhirnya penyamarannya terbongkar.

Khairun Nisya. (foto: isitmewa/mistar)
Meski sempat menghebohkan media sosial, polisi memastikan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. Pihak Batik Air juga memilih tidak menempuh jalur hukum. “Yang bersangkutan hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan seluruh atribut Batik Air disita,” kata Yandri.
Kasus ini semakin menarik perhatian publik setelah diketahui Nisya kerap mengunggah konten layaknya pramugari di media sosial. Akun TikTok miliknya bahkan menampilkan aktivitas seolah ia benar-benar bekerja sebagai awak kabin, sebelum akhirnya dihapus usai viral.
Setelah kasusnya ramai dibicarakan, Nisya akhirnya muncul dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Batik Air dan Lion Group. Ia mengakui perbuatannya dilakukan tanpa paksaan dan menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari maskapai tersebut.
BERITA TERPOPULER























