25.2 C
New York
Wednesday, May 22, 2024

Menhub: Gran Max yang Tewas 12 Orang Dikendarai Penyedia Perjalanan Ilegal

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan minibus Gran Max yang terlibat tabrakan tiga kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 12 penumpangnya, dikendarai oleh penyedia perjalanan ilegal

Data itu, kata Sumadi, diperoleh dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia juga menambahkan, dalam laporan tersebut, pengemudi minibus terindikasi kelelahan dan kendaraan disebut kelebihan beban.

Berdasarkan penelusuran KNKT, sebelumnya pengemudi tersebut melakukan perjalanan pulang pergi selama empat hari dari Ciamis menuju Jawa Tengah.

“Kapasitas minibus hanya delapan sampai sembilan orang. Tapi saat terjadi kecelakaan membawa 12 orang. Ini tidak aman,” kata Sumadi, Kamis (11/4/24).

Baca juga: 9 Orang Tewas dalam Tabrakan Bus dan Gran Max di Tol Cikampek

Sumadi berharap temuan tersebut menjadi pembelajaran bagi masyarakat dalam memilih transportasi yang aman.

Ia kemudian mengimbau para pemudik agar berhati-hati dalam memilih angkutan darat dan penyedia layanan resmi pada arus balik, seperti Bus Damri atau Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan biro perjalanan dinas yang telah lulus uji laik jalan di terminal.

“Harap dipastikan juga jumlah penumpangnya wajar dan tidak melebihi kapasitas,” ujarnya.

Baca juga: Pasca Kecelakaan di Tol Jakarta-Cikampek, Perjalanan Arus Balik akan Dipecah

Masyarakat dihimbau untuk melaporkan setiap dugaan penyedia transportasi darat yang tidak berizin kepada Dinas Perhubungan atau Polisi Lalu Lintas setempat untuk ditindaklanjuti.

Kecelakaan di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 8 April 2024, melibatkan tiga kendaraan yakni minivan Gran Max, bus Primajasa, dan mobil Daihatsu Terios. Gran Max dan Terios terbakar dalam kecelakaan itu.

Seluruh 12 penumpang di dalam Gran Max – tujuh pria dan lima wanita – tewas. Di dalam mobil Terios tidak ada korban jiwa, sedangkan dua penumpang bus Primajasa mengalami luka-luka. (antara/hm17)

Related Articles

Latest Articles