Lima Pendaki Luka-luka Akibat Erupsi Gunung Dukono

Gunung Dukono. (Foto: Antara/Abdul Fatah)
Halmahera, MISTAR.ID
Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara memicu situasi darurat bagi para pendaki. Puluhan orang dilaporkan terjebak di kawasan gunung, sementara lima pendaki mengalami luka-luka akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut para korban luka masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
"Lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Tim SAR gabungan hingga kini terus melakukan penyisiran untuk mengevakuasi para pendaki yang masih berada di area berbahaya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan sekitar 20 pendaki dilaporkan terjebak di Gunung Dukono.
Keberadaan para pendaki diketahui setelah Basarnas Command Center menerima sinyal darurat dari perangkat Garmin.
"Basarnas Command Center (BBC) menerima adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E. Laporan tersebut selaras dan telah dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya," kata Iwan.
Menurutnya, tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut.
"Merespons hal tersebut dan Lokasi Kejadian berada di wilayah Kantor SAR Ternate, pada pukul 09.56 WIT, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama potensi SAR langsung dikerahkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono," ujar Iwan.
Sementara itu, Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengungkapkan dua warga negara asing dilaporkan meninggal dunia di tengah insiden erupsi tersebut.
"Informasi dari BPBD seperti itu (2 orang meninggal dunia)," kata Erlichson, dikutip detiknews.
Ia menyebut kedua korban merupakan pendaki asal China dan Singapura, meski identitas lengkapnya masih didalami.
"Informasinya 2 WNA untuk identitas masih belum tahu pasti pendaki. WNA China dan Singapura," tuturnya.
Gunung Dukono dilaporkan erupsi pada Jumat pagi pukul 07.41 WIT. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan memuntahkan kolom abu vulkanik hingga setinggi 10 kilometer dari puncak gunung.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," kata PVMBG. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, Dua Orang Meninggal























