Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kunjungan Wisata Mancanegara ke Indonesia Januari-November 2025 Capai 13,98 Juta

Mistar.idKamis, 15 Januari 2026 15.14
AN
kunjungan_wisata_mancanegara_ke_indonesia_januarinovember_2025_capai_1398_juta

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kementerian Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 13,98 juta kunjungan sepanjang Januari hingga November 2025. Angka ini meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,66 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kunjungan wisman masih didominasi wisatawan asal Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara tersebut secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisman pada November 2025.

“Ini menunjukkan kuatnya pasar regional bagi pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (15/1/2026), dilansir Antara.

Berdasarkan pintu masuk, kunjungan wisman terkonsentrasi di lima bandara utama, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.

Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan tren positif. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut jumlah perjalanan wisnus pada Januari-November 2025 mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target pemerintah sebesar 1,08 miliar perjalanan.

Secara kumulatif, selisih antara jumlah kunjungan wisman dan perjalanan wisnus meningkat dari 4,52 juta pada Januari–November 2024 menjadi 5,64 juta pada periode yang sama tahun 2025. Kondisi ini dinilai mencerminkan pertumbuhan sektor pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

Meski demikian, Kementerian Pariwisata menyoroti tantangan pemerataan destinasi. Lebih dari 61 persen perjalanan wisnus masih terkonsentrasi di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pariwisata mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa.

Mengutip data Kementerian Perhubungan, pergerakan pelaku perjalanan di 10 destinasi pariwisata prioritas dan tiga destinasi regeneratif pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 11,81 juta perjalanan atau tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Pariwisata menyiapkan berbagai langkah kebijakan, mulai dari penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata, penguatan modul CHSE dan kebencanaan, hingga koordinasi lintas kementerian untuk menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Upaya lain yang dilakukan antara lain pemberian insentif transportasi, promosi paket wisata tematik melalui kampanye #DiIndonesiaAja, serta penyelenggaraan pameran pariwisata. Selain itu, program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025 mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp31 triliun selama periode pelaksanaannya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN