Saturday, September 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kamera Pengawas Rusak

Mistar.idSabtu, 5 September 2026 pukul 16.18 WIB
gunung_anak_krakatau_erupsi_kamera_pengawas_rusak

Ilustrasi gunung api erupsi. (Foto: AI)

news_banner

Lampung, MISTAR.ID – Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam. Lontaran material vulkanik dalam erupsi tersebut bahkan menyebabkan kamera pengawas atau CCTV mengalami kerusakan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan CCTV pengamatan di lapangan tidak lagi beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik.

"Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik," kata Berton, Sabtu (5/9/2026), dilansir dari detik.com.

Rekaman CCTV terakhir menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada pukul 01.01 WIB. Saat itu, terjadi fenomena lava fountain atau lava air mancur.

Erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga pagi. Aktivitas tersebut juga disertai suara dentuman dan gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Pasauran.

"Terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung api untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif," imbaunya.

Gunung api tersebut mencatat satu kali letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi mencapai 6 jam. Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung dengan tiupan angin lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

BNPB bersama PVMBG dan BPBD menekankan bahwa kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi.

Pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN