Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gubernur Aceh Khawatir Warga Terisolir Kelaparan Akibat Banjir Besar di Empat Kabupaten

Mistar.idMinggu, 7 Desember 2025 pukul 09.21 WIB
gubernur_aceh_khawatir_warga_terisolir_kelaparan_akibat_banjir_besar_di_empat_kabupaten

Mualem (Foto: detikSumut)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dalam beberapa hari terakhir. Ia menyoroti kondisi warga yang terisolir dan minim akses bantuan, terutama di wilayah pedalaman.

Menurut Mualem, sejumlah pengungsi berada dalam situasi kritis karena pasokan makanan yang sangat terbatas. Ia mengungkapkan bahwa banyak korban berisiko meninggal bukan hanya akibat banjir, tetapi karena kelaparan akibat sulitnya akses logistik.

"Yang membuat saya sangat khawatir, warga di pedalaman terancam mati kelaparan. Mereka tidak bisa dijangkau bantuan melalui jalur darat," kata Mualem, Sabtu (6/12/2025).

Empat daerah disebut menjadi yang paling parah terdampak, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan sebagian wilayah Bireuen. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah sembako dan air bersih, terutama untuk desa-desa terpencil yang belum tersentuh bantuan.

Ia menjelaskan bahwa distribusi bantuan ke wilayah pedalaman hanya dapat dilakukan menggunakan perahu karet karena akses darat rusak berat atau hilang diterjang banjir. Mualem meminta pemerintah desa dan seluruh pihak terkait lebih aktif memastikan bantuan benar-benar mencapai warga.

Selain kerusakan rumah dan fasilitas umum, ia menilai dampak bencana kali ini mengingatkan pada dahsyatnya tsunami Aceh 21 tahun yang lalu. Ia menyebut bencana pekan lalu sebagai “tsunami kedua” karena besarnya kerusakan yang ditimbulkan.

"Banyak kampung dan kecamatan kini tinggal nama. Kerusakannya luar biasa dan korban jiwa banyak," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa Aceh Tamiang mengalami kerusakan paling parah. Dari wilayah hulu hingga pesisir, banjir menghancurkan rumah, jalan, dan infrastruktur lainnya.

"Yang paling terpuruk adalah Aceh Tamiang. Dari atas sampai hilir, semuanya rusak parah," kata Mualem.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN