Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kemdiktisaintek Gelontorkan Rp61,8 Miliar Gunakan Tiga Skema Bantuan Penanganan Bencana di Sumatera

Mistar.idSabtu, 6 Desember 2025 13.08
journalist-avatar-top
SH
kemdiktisaintek_gelontorkan_rp618_miliar_gunakan_tiga_skema_bantuan_penanganan_bencana_di_sumatera

Wamendiktisaintek, Stella Christie saat diwawancarai di Posko USU Peduli Medan. (foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyiapkan total Rp61,8 miliar untuk penanganan bencana di perguruan tinggi di Sumatera. Hal itu disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Kemdiktisaintek, Stella Christie saat mengunjungi Posko USU Peduli di Ex Gedung Bank Sumut, Pintu III USU.

Hal ini disebut menjadi salah satu bentuk dukungan dari Kemdiktisaintek atas bantuan yang diberikan oleh civitas akademika dari seluruh perguruan tinggi.

Stella juga turut mengapresiasi seluruh civitas akademika yang terlibat dalam penanganan bencana baik dari USU, Politeknik Negeri Medan maupun Unimed.

Ia menjelaskan Kemdiktisaintek telah menyiapkan tiga skema besar bantuan. Skema pertama adalah proposal tanggap darurat. Stella menyampaikan pengajuan proposal telah ditutup dan sedang dalam proses review. Sebanyak sekitar 140 proposal telah masuk dari perguruan tinggi di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

“Ini sudah disediakan dana oleh Kemdiktisaintek Rp50 miliar. Beberapa hari yang lalu saya bilang Rp30 miliar, lalu kami bisa menyisir-nyisir anggaran kami sehingga pada saat ini kami bisa menyediakan dana Rp50 miliar untuk proposal,” katanya, Sabtu (6/12/2025).

Ia menegaskan pencairan akan dilakukan secara cepat. “Kami mengusahakan dalam jangka waktu beberapa hari jika proposalnya disetujui, anggarannya bisa langsung turun,” tuturnya.

Targetnya, sambung Stella, proposal yang didanai dapat dikerjakan selama bulan Desember dan selesai pada 30 Desember.

“Total Rp50 miliar dari Kemdiktisaintek untuk perguruan tinggi-perguruan tinggi yang berada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan juga ada satu di Jambi untuk posko-posko, 28 posko di kampus-kampus,” katanya.

Skema kedua adalah pengadaan barang oleh Kemdiktisaintek untuk disalurkan langsung ke kampus. Stella menegaskan daftar kebutuhan disusun berdasarkan masukan perguruan tinggi, bukan asumsi pusat.

“Contohnya, kami tidak lagi membeli Indomie karena kami mendapatkan info bahwa tidak bisa masak. Jadi, tidak terlalu berguna. Sehingga yang kami bawa adalah makanan siap saji seperti roti, makanan kaleng. Ini berdasarkan masukan dari bapak ibu sekalian,” ujar Stella.

Kemdiktisaintek juga mendapatkan tetanus toxoid dan tetagam yang sudah tidak tersedia di Medan. “Tadi kita handcarry langsung memberikan tetanus tetagam toxoid,” tuturnya. Untuk skema ini, anggaran yang tersedia adalah Rp6,8 miliar.

Skema ketiga yaitu bantuan bagi mahasiswa dan dosen terdampak. Stella menyebutkan anggaran untuk skema ini sekitar Rp5 miliar, dan masih mungkin ditingkatkan.

Mahasiswa terdampak akan menerima Rp1.250.000 per bulan selama tiga bulan, total Rp3.750.000. Sementara itu, bantuan untuk dosen yang sedang studi lanjut diberikan melalui anggaran BPI sebesar Rp4.500.000 per bulan selama dua bulan, total Rp9.000.000.

Stella menyebut total keseluruhan bantuan saat ini mencapai Rp61,8 miliar. Namun, ia menegaskan ketepatan penyaluran bantuan menjadi prioritas.

“Yang paling utama tentu saja bukan jumlahnya, tetapi bagaimana penyalurannya ini tepat. Itulah kenapa kami bekerjasama dengan kampus karena kampus yang bisa mengkoordinir,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN