Terisolir Sepekan Lebih, Warga Jagong Jeget Aceh Tengah Butuh Bantuan dan Logistik

Sejumlah warga terisolir akses jalan yang terputus di Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah akibat dampak banjir dan longsor. (foto: istimewa/Mistar)
Aceh Tengah, MISTAR.ID
Warga Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, terisolir akibat banjir bandang dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh pada Rabu (26/11/2025) lalu.
Selama sepekan lebih, warga terisolir. Saat ini, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan seperti tabung oksigen dan obat-obatan, logistik pangan, hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah habis karena tidak ada satupun akses darat yang bisa dilalui.
“Jagong Jeget tidak terdampak langsung, namun terisolir karena semua akses menuju Jagong Jeget, Aceh Tengah, tertutup semuanya,” ujar Ernanda, 24 tahun, warga Jagong Jeget saat dihubungi Mistar pada Sabtu (6/12/2025).
Hingga kini, listrik masih padam. Diakuinya juga, persediaan logistik yang sempat diberikan pemerintah semakin menipis, membuat masyarakat kian cemas memikirkan kondisi mereka dalam beberapa hari ke depan.
“Warga resah karena beberapa sudah kehabisan beras, pangan, dan BBM. Listrik mati, bantuan yang didapat masing-masing warga hanya satu setengah kilo sampai setengah kilo,” tuturnya.
Warga berharap bantuan dari pemerintah segera tiba, mengingat mereka sudah terisolir cukup lama dan mulai khawatir akan keselamatan serta kebutuhan hidup sehari-hari.
Diketahui, sebanyak 10 desa di Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah kini terisolir, diantaranya:
Merah Said: 113 KK, 425 jiwa
Berawang Dewal: 389 KK, 1.273 jiwa
Gegarang: 361 KK, 1.189 jiwa
Telege Sari: 265 KK, 850 jiwa
Jeget Ayu: 621 KK, 1.996 jiwa

Warga yang terisolir di Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah akibat dampak banjir dan longsor. (foto: istimewa/Mistar)
Paya Tungel: 470 KK, 1.430 jiwa
Jagong: 456 KK, 1.447 jiwa
Bukit Sari: 167 KK, 531 jiwa
Bukit Kemuning: 419 KK, 1.248 jiwa
Paya Dedep: 262 KK, 847 jiwa.
BERITA TERPOPULER























