Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Bea Cukai Bantah Buka Rekrutmen CPNS 2026

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 11.35 WIB
bea_cukai_bantah_buka_rekrutmen_cpns_2026

Ilustrasi CPNS Bea Cukai. (Foto: Akademi CPNS)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi lowongan CPNS Bea Cukai Tahun 2026 yang beredar di media sosial.

Instansi tersebut menegaskan bahwa kabar mengenai pembukaan pendaftaran pegawai yang ramai dibagikan saat ini tidak benar.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, mengatakan hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait penerimaan pegawai di lingkungan Bea Cukai untuk tahun 2026.

"Informasi mengenai pembukaan rekrutmen pegawai Bea Cukai Tahun 2026 yang beredar di sejumlah platform media sosial adalah tidak benar. Hingga saat ini, Bea Cukai belum merilis informasi resmi terkait penerimaan pegawai," ujar Nirwala dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di TikTok yang menyebut pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026 telah dibuka bagi lulusan SMA/SMK, D3, dan S1 dengan penempatan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam unggahan itu, masyarakat juga diarahkan untuk mengakses tautan tertentu guna melakukan pendaftaran.

Menurut Nirwala, seluruh informasi terkait proses seleksi CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Bea Cukai, hanya akan diumumkan melalui saluran resmi pemerintah.

Kanal tersebut antara lain situs rekrutmen Kementerian Keuangan, portal SSC ASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta akun media sosial resmi Kementerian Keuangan dan Bea Cukai.

Ia menilai penyebaran informasi palsu yang mencatut nama Bea Cukai berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekaligus mengganggu kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.

Selain itu, masyarakat juga dapat menjadi sasaran penyalahgunaan data pribadi apabila mengikuti instruksi pada tautan tidak resmi dan memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, Nirwala mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Ia juga meminta masyarakat tidak mengakses situs yang mencurigakan maupun menyerahkan data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak jelas.

Apabila menemukan informasi yang diragukan kebenarannya mengenai rekrutmen Bea Cukai, masyarakat dapat melakukan pengecekan langsung melalui kanal komunikasi resmi Bea Cukai atau Kementerian Keuangan.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memutus penyebaran hoaks dengan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan meningkatkan literasi digital dan kehati-hatian dalam menerima informasi, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah," ujar Nirwala. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN