Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Wamenperin: Sawit Harus Jadi Penopang Kemandirian Pangan, Energi, dan Industri

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 pukul 21.09 WIB
wamenperin_sawit_harus_jadi_penopang_kemandirian_pangan_energi_dan_industri

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza di Medan. (foto: Susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) RI, Faisol Riza menegaskan kelapa sawit tidak boleh hanya diposisikan sebagai komoditas ekspor Crude Palm Oil (CPO), melainkan harus menjadi penopang kemandirian pangan, energi, dan industri nasional.

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Jalan Williem Iskandar, Medan, Rabu (11/2/2026). Menurut Faisol, ITSI merupakan kampus yang memiliki peran penting dalam menopang program hilirisasi sawit yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan arah kebijakan tersebut menempatkan sawit bukan hanya untuk kebutuhan ekspor, tetapi juga untuk memperkuat kemandirian nasional di berbagai sektor strategis.

“Sawit harus menopang kemandirian pangan, kemandirian energi dan kemandirian industri dengan menyediakan alternatif substitusi produk turunan sawit, termasuk substitusi bahan baku industri,” katanya.

Ia mengatakan Kementerian Perindustrian mengajak ITSI untuk bersama-sama membuka jalan yang baik, cepat, dan efisien agar industrialisasi dan hilirisasi sawit dapat berjalan sesuai arahan Presiden.

Indonesia memiliki sekitar 200 produk hilir berbasis sawit, namun yang terpenting menurut Faisol adalah sejauh mana produk hilir tersebut mampu menopang kemandirian pangan, energi, dan industri, terutama sebagai sumber bahan baku.

Faisol menyoroti masih banyaknya bahan baku industri yang diimpor. Ia menilai sawit dapat menjadi alternatif penyedia bahan baku apabila hilirisasinya terus dikembangkan.

“Misalnya untuk bahan baku tekstil, bahan baku mamin (pangan), bahan untuk energi alternatif, ini bisa berasal dari sawit,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN