Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
MEDAN

Wamenag: MTQ ke-40 Sumut Harus Jadi Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 09.41
journalist-avatar-top
SH
wamenag_mtq_ke40_sumut_harus_jadi_momentum_perkuat_persatuan_bangsa

Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafii, saat membuka MTQ ke-40 Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Deli Serdang. (foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafii, menegaskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan bangsa serta menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat membuka secara resmi MTQ ke-40 Sumut di Lapangan Astaka, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 15 hingga 24 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Romo mengingatkan pentingnya pembangunan lahiriah dan batiniah yang berjalan seimbang melalui pendekatan agama. Ia mengutip pandangan Menteri Penerangan Budiardjo pada 1970 mengenai perlunya pembangunan rohani untuk melahirkan masyarakat yang bermoral, berakhlak, dan memiliki mental yang kuat.

Ia juga mengulas sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional yang pertama kali digelar di Makassar pada 1968, kemudian berlanjut di Bandung pada 1969 dan Banjarmasin pada 1970. Menurutnya, MTQ lahir ketika Indonesia sedang berupaya memulihkan stabilitas nasional pascagejolak 1965 dan menghadapi situasi global yang tidak menentu akibat Perang Dingin.

"Kita membutuhkan suasana kebatinan yang mampu membangun keutuhan bangsa dan menyatukan elemen-elemen yang terpecah. Saat itulah muncul ide untuk menyelenggarakan MTQ guna menularkan spirit Al-Qur'an bagi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Ia menilai kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan tantangan global dan domestik yang dihadapi Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, Wamenag berharap MTQ ke-40 Sumut dapat menjadi sarana merajut persatuan, menjaga kondusivitas daerah, sekaligus melahirkan duta-duta Al-Qur'an yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pembukaan MTQ turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumut Ahmad Qosbi, Ketua Panitia Muhammad Yasir Tanjung, serta para wali kota, bupati, dan kepala kantor Kemenag kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, berharap lantunan ayat suci Al-Qur'an selama pelaksanaan MTQ dapat menjadi penyejuk hati masyarakat sekaligus memperkuat visi Kolaborasi Sumut Berkah.

Ketua Panitia, Muhammad Yasir Tanjung, melaporkan bahwa kegiatan yang mengusung tema "Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah" tersebut diikuti 1.109 peserta dari 28 kafilah kabupaten, tujuh kafilah kota, serta tiga kafilah khusus yang berasal dari perguruan tinggi, Polda Sumut, dan PTPN.

"MTQ ini menjadi ajang tingkat provinsi pertama yang digelar pada masa kepemimpinan Gubernur Bobby Afif Nasution," tuturnya.

Sebanyak 1.109 peserta akan berkompetisi pada delapan cabang dan 25 golongan. Para pemenang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Sumatera Utara pada MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN