Viktor Silaen Desak Polisi Usut Kericuhan di Luar Arena Musda XI Golkar Sumut

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Golkar, Viktor Silaen, mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kericuhan yang terjadi di luar arena Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumut.
Ia meyakini pihak-pihak yang terlibat dalam kericuhan tersebut bukan kader Partai Golkar. Menurutnya, kader partai berlambang Pohon Beringin tidak mungkin menciptakan kegaduhan dalam agenda besar partai yang menjadi rumah mereka sendiri.
Hal itu disampaikannya menanggapi insiden keributan yang terjadi di luar lokasi Musda XI Golkar Sumut, yang secara resmi telah menetapkan Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara periode 2025–2030 secara aklamasi.
“Saya yakin orang-orang yang membuat keributan atau kerusuhan di luar arena Musda itu sama sekali bukan kader Golkar. Kalau mereka kader Golkar, tentu tidak akan tega membuat kerusuhan di rumahnya sendiri. Itu artinya mereka tidak peduli pada Partai Golkar,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, Musda XI Golkar Sumut merupakan agenda strategis partai untuk mengevaluasi kinerja lima tahun terakhir sekaligus menyusun arah dan program politik lima tahun ke depan.
“Kita meminta aparat keamanan khususnya Polda Sumatera Utara, untuk mengusut tuntas insiden tersebut, termasuk mengungkap aktor di balik kerusuhan,” katanya.
Viktor yang juga anggota Komisi D DPRD Sumut dan wakil rakyat dari Dapil Sumut IX, menegaskan seluruh rangkaian agenda Musda berlangsung tertib, aman, dan demokratis di dalam ruang sidang.
“Kalau ada pihak-pihak yang sengaja membuat kerusuhan seperti itu, tentu sebagai kader Golkar kami marah. Kami meminta kepolisian mengusut tuntas siapa aktor intelektualnya, karena peristiwa ini mencoreng citra partai, padahal Musda berjalan tertib dan demokratis,” tuturnya.
Ia menyampaikan panitia Musda telah melaporkan kegiatan dan insiden tersebut secara resmi kepada pihak kepolisian. Ia berharap laporan itu ditindaklanjuti secara serius.
Viktor menilai pengusutan kasus ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga citra Kota Medan di mata publik.
“Kita tidak ingin Medan dicap sebagai kota yang identik dengan premanisme. Itu sudah tidak zamannya lagi. Sekarang kita hidup di era teknologi dan keterbukaan,” ucapnya.
Ia menambahkan selama ini Partai Golkar selalu menjaga sinergi dan kerja sama dengan pemerintah serta berkomitmen menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah. “Kita ingin Kota Medan dan Sumatera Utara tetap kondusif. Golkar selalu bergandengan tangan dengan pemerintah demi kepentingan rakyat,” katanya.
























