Friday, October 2, 2026
home_banner_first
MEDAN

Tingkat Penolakan Jurnal Internasional Tinggi, LLDikti Wilayah 1 Gandeng Binus Medan Gelar Workshop

Mistar.idJumat, 2 Oktober 2026 pukul 18.04 WIB
tingkat_penolakan_jurnal_internasional_tinggi_lldikti_wilayah_1_gandeng_binus_medan_gelar_workshop_

Dari kiri ke kanan, Direktur Kampus Binus Medan Tri Juniarty, Kepala LLDikti Wilayah 1 Saiful Anwar Matondang, dan Academic, Research & Student Development Manager Binus Medan Ignatius Edward Riantono. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (2/10/2026) - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumatera Utara Prof Saiful Anwar Matondang menyebut angka penolakan publikasi jurnal internasional dosen yang mengajukan kenaikan jabatan akademik di Sumut masih tinggi.

Dari 10 hingga 15 pengajuan per periode, hanya tiga sampai empat yang diterima. Sisanya diminta mengganti jurnal karena dinilai kurang bermutu.

"Banyak publikasi jurnal internasional dosen di LLDikti 1 yang ditolak reviewer saat mengajukan lektor kepala dan guru besar. Setelah itu saya berpikir, di LLDikti 3 Jakarta, Binus adalah kampus yang paling banyak mendapatkan SK guru besar," katanya di Kampus Binus Medan, Delipark, Jumat (2/10/2026).

Berkaca dari hal itu, LLDikti Wilayah 1 menggandeng Binus Medan menggelar workshop bertema From Publication to Professorship: Strategies for International Q1-Q2 Scopus Publications and Academic Career Development di Jalan Putri Hijau Dalam (Guru Patimpus) Nomor 1.

Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman terkait publikasi jurnal internasional. "Jadi kami ajak Binus Medan kerja sama, berbagi pengalaman bagaimana dosen di Binus bisa meraih guru besar," ujarnya.

LLDikti Wilayah 1 menargetkan 25 SK guru besar setiap tahun. Target tersebut selalu tercapai, bahkan pada 2024 mencapai 32 SK. Namun, Saiful mengaku belum puas karena tingginya angka penolakan.

"Harapan kami dari 10 pengusul setiap periode bisa diterima semua, jadi bisa dapat 30. Memang kami selalu mencapai target sejak 2023. Tapi tingginya penolakan itu membuat saya tidak puas," katanya.

Saat ini perguruan tinggi swasta di Sumut memiliki sekitar 152 guru besar. LLDikti mengundang 100 peserta yang sudah doktor di atas tiga tahun, berstatus lektor kepala, dan eligible menjadi guru besar, namun terhambat publikasi Scopus Q1-Q2.

Sementara itu, Direktur Kampus Binus Medan Tri Juniarty mengatakan Binus University mengusung visi fostering and empowering, yakni berbagi pengalaman untuk sukses bersama.

"Kami berharap hasil lokakarya ini berdampak dan membantu pencapaian guru besar. Jadi hasil riset dan publikasinya bermanfaat bagi Sumut dan Indonesia," ujarnya.

Binus Medan sendiri baru memiliki satu guru besar karena baru beroperasi dua tahun. Namun, Binus memiliki program lecturer mobility, yakni setiap semester empat hingga enam profesor dari Binus University datang untuk mengajar sekaligus membimbing dosen di Binus Medan agar lebih cepat naik jabatan dari lektor ke lektor kepala dan guru besar. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN