Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Tim Seleksi KPID Sumut Tegaskan Profesionalisme dan Transparansi

Mistar.idKamis, 29 Januari 2026 11.20
AN
MA
tim_seleksi_kpid_sumut_tegaskan_profesionalisme_dan_transparansi

Akademisi bidang komunikasi penyiaran FISIP UMSU, Corry Novrica Sinaga. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Panitia Seleksi (Pansel) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara (Sumut), Corry Novrica Sinaga, menegaskan komitmennya untuk melahirkan komisioner yang profesional dan berintegritas. Ia menekankan, proses seleksi akan dilakukan secara ketat, objektif, dan transparan.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu mengungkapkan, dari seluruh anggota tim seleksi, dirinya menjadi satu-satunya yang memiliki latar belakang keilmuan penyiaran.

“Sejauh ini, dari tim seleksi KPID, hanya saya yang memiliki latar belakang penyiaran. Karena itu, saya akan berupaya sekuat tenaga dan secara profesional untuk melahirkan komisioner KPID Sumut dari para pendaftar,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (28/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, para calon komisioner nantinya akan diuji melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan yang dirancang secara mendalam. Tim seleksi akan menyiapkan sekitar 30 hingga 40 pertanyaan tertulis dengan fokus utama pada bidang penyiaran, disertai pengujian wawasan serta keilmuan pendukung lainnya.

“Unsur penyiaran akan menjadi porsi terbesar dalam pertanyaan. Sistem ujiannya juga menggunakan Computer Assisted Test (CAT), sehingga lebih objektif dan terukur,” katanya.

Menurutnya, tim seleksi KPID Sumut terdiri dari berbagai unsur, mulai dari akademisi dan praktisi, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumut, hingga utusan dari KPI Pusat. Dengan komposisi tersebut, ia berharap proses seleksi dapat berjalan seimbang dan kredibel.

“Biasanya proses seleksi ini memakan waktu beberapa bulan. Kami akan mengupayakan secepatnya, tetapi tetap mengedepankan penilaian yang maksimal agar komisioner yang terpilih benar-benar profesional,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan seleksi sangat menentukan kualitas kinerja KPID Sumut ke depan. Oleh karena itu, tim seleksi berkomitmen tidak sekadar mengejar target waktu, tetapi juga kualitas hasil.

“Saya berharap komisioner KPID ke depan dapat bekerja secara profesional. Melalui tim seleksi ini, kami akan berupaya maksimal untuk memastikan hal tersebut,” harapnya.

Lebih lanjut, ia menaruh perhatian serius terhadap maraknya konten media, khususnya di media sosial, yang dinilai kurang layak diakses publik. Menurutnya, KPID harus diisi oleh figur-figur yang memahami etika penyiaran dan jurnalistik.

“Saya tidak ingin ke depan konten-konten yang kurang layak diakses di media sosial dibiarkan begitu saja. KPID harus memiliki komisioner yang paham substansi penyiaran,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang memiliki pemahaman di bidang penyiaran dan jurnalistik agar tidak ragu mendaftarkan diri sebagai calon komisioner KPID Sumut.

“Silakan mendaftar bagi yang benar-benar paham tentang penyiaran dan jurnalistik. Sebagai tim seleksi, saya akan bertanggung jawab penuh menjalankan proses ini secara profesional,” katanya. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN