Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Status Tanggap Darurat Berakhir 31 Desember 2025, Pemprov Sumut Mulai Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Mistar.idSelasa, 30 Desember 2025 21.33
journalist-avatar-top
MI
status_tanggap_darurat_berakhir_31_desember_2025_pemprov_sumut_mulai_fokus_rehabilitasi_dan_rekonstruksi

Kepala Posko Darurat Bencana Sumut Basarin Yunus Tanjung. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Meski belum memutuskan apakah kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kini mulai memfokuskan diri untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kepala Posko Darurat Bencana Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan Pemprov Sumut dan pihak terkait sudah melakukan rapat koordinasi dengan pembahasan pembentukan tim Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi terhadap bencana.

"Ya hari ini tadi kita sudah melakukan rapat koordinasi terkait bagaimana kondisi terkini di Sumatera Utara dan pasca bencana," ujarnya kepada Mistar, Selasa (30/12/2025).

Diketahui, masa tanggap darurat bencana akan berakhir pada 31 Desember 2025 besok. Itu merupakan yang kedua diperpanjang sejak terjadinya bencana akhir November 2025 lalu.

"Besok juga 31 Desember 2025 kita juga mulai memasuki tahap persiapan (pascabencana) karena sudah dua kali kita melakukan perpanjangan masa tanggap darurat," tuturnya.

Basarin mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah ada perpanjangan kembali atau sebaliknya, namun dirinya memastikan Pemprov Sumut selalu mengevaluasi segala kemungkinan kedepannya.

"Gitu pun kita harus evaluasi segala kemungkinan, tadi sudah rapat dengan BNPB, Balai Jalan, Balai Sungai, PLN, Telkom, Pertamina, Perkim, untuk melihat kondisi pasca tanggap darurat. Terkait diperpanjang atau tidaknya tentu kan masih ada satu hari lagi besok (31/12/2025) kita lihat kemungkinannya besok," ujarnya.

Terkait jelang masuknya rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Basarin mengatakan Pemprov Sumut dibawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution akan fokus terhadap infrastruktur yang terdampak bencana.

"Kemarin juga sudah dilakukan groundbreaking Huntap di Tapsel, Tapteng, Taput dan Sibolga. Demikian jalan tinggal satu akses yang belum tuntas yaitu Tarutung-Sibolga karena kondisi medannya sangat sulit," katanya.

Tidak hanya itu, fokus juga dilakukan untuk percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

"Kita masuki tahapan persiapan, kita harapkan SK tim teknis Rencana rehabilitasi dan rekonstruksi, agar pembangunan bisa dilakukan, termasuk pembangunan Huntara dan Huntap," tuturnya.

Meski sudah mulai fokus terhadap rekonstruksi, Basarin mengatakan bantuan-bantuan tetap akan menjadi perhatian pihanya. Ia pun membeberkan bantuan yang diperlukan masyarakat saat ini.

"Kalau saat ini yang paling dibutuhkan yaitu air bersih, alat kebersihan dan susu bayi itu yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN