Monsun Australia Picu Cuaca Panas di Sumut

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Pixabay)
Medan, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Monsun Australia masih aktif di wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang memicu cuaca panas, terutama pada siang hari.
Hal ini disebutkan Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, dalam siaran pers yang diterima Mistar, Kamis (18/6/2026).
"Monsun Australia yang masih aktif berperan dalam membawa massa udara kering di wilayah Sumut mengakibatkan berkurangnya pembentukan awan pada pagi hingga siang hari. Dampaknya suhu udara terasa lebih panas pada siang hari serta adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah Sumut," katanya.
Martha menyampaikan prakiraan kondisi cuaca di Sumut dalam kurun waktu 15-22 Juni 2026. Kata dia, cuaca di Sumut dipengaruhi sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera serta belokan angin.
"Selain itu, suhu permukaan laut di Selat Malaka dan perairan barat Sumut masih cukup hangat, sehingga asupan massa udara basah masih cukup banyak. Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup labil di Sumut yang turut mendukung proses konvektif dan terjadinya hujan yang bersifat lokal," tambahnya.
Oleh karena itu, hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Sumut. Bahkan, lanjut Martha, hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Sumut, terutama pada sore atau malam hari.
"Wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang di antaranya Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Batu Bara, Asahan, Simalungun, Toba, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, serta Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Tanjung Balai," ucapnya.
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana yang berpotensi terjadi akibat kondisi cuaca tersebut. (hm25)
BERITA TERPOPULER





















