Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Konsumsi BBM di Sumut dan Aceh Melonjak 11 Persen

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 14.07
EH
AA
konsumsi_bbm_di_sumut_dan_aceh_melonjak_11_persen

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Hiswana Migas Sumbagut sebut siaga 24 jam pada Lebaran 2026. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mencatat lonjakan konsumsi BBM jenis gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) hingga 11 persen. Kenaikan signifikan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat yang menjadikan wilayah Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat sebagai destinasi utama mudik tahun ini.

Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja, menegaskan Pertamina telah mempersiapkan stok sejak dimulainya masa Satgas pada 9 Maret lalu.

Adapun persiapan yang dilakukan adalah pengecekan sarana dan fasilitas (sarfas) bekerja sama dengan dinas metrologi sesuai ketentuan. Kemudian, bersinergi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Daerah untuk memantau trafik mudik yang dinamis.

Penyaluran BBM saat ini dilaporkan melampaui proyeksi awal, namun Pertamina menjamin posisi stok tetap dalam kondisi sangat aman.

"Konsumsi gasoline naik 11 persen. Uniknya, produk gasoil (Solar) yang awalnya diproyeksikan turun, justru mengalami peningkatan signifikan hingga hari ini. Atensi khusus kami berikan pada Sumut, Aceh, dan Sumbar karena ketiga provinsi ini adalah tujuan mudik utama," kata Bagus Suteja, Rabu (18/3/2026).

Senada dengan Pertamina, Ketua DPD I Hiswana Migas Sumbagut, Razali Husein, memastikan seluruh SPBU mitra di jalur mudik siap memberikan pelayanan ekstra. Sebagai garda terdepan, Hiswana Migas telah menyiapkan SDM dan fasilitas untuk menghadapi lonjakan kendaraan.

"Kami melayani masyarakat dengan sepenuh hati selama 24 jam. Mau kondisi panic buying atau tidak, semua tetap kami layani. Kesiapan tenaga kerja kami upayakan semaksimal mungkin, termasuk penambahan personel di titik-titik padat," ucap Razali.

Untuk mengurai kepadatan di area pengisian, Pertamina dan Hiswana Migas menerapkan beberapa langkah strategis, yaitu merekrut tenaga bantuan khusus untuk mengatur arus kendaraan di dalam SPBU, memastikan SPBU di jalur lintas utama beroperasi penuh 24 jam, dan memantau stok di tangki pendam SPBU secara digital agar pengiriman ulang (refill) bisa dilakukan sebelum stok menipis.

Masyarakat diminta tidak khawatir akan ketersediaan BBM di sepanjang jalur mudik Sumut dan Aceh, mengingat distribusi terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mengimbangi tingginya konsumsi. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN