Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Masih Melanda Sumut Sepekan ke Depan

Ilustrasi cuaca hujan. (Foto: Pixabay)
Medan, MISTAR.ID
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) selama sepekan ke depan, terhitung sejak 20-27 April 2026.
Martha Rosefina Manurung selaku Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menguraikan kabupaten/kota di Sumut yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut.
“Dalam sepekan ke depan, cuaca di Sumut umumnya didominasi hujan ringan–lebat. Perlu diwaspadai peningkatan intensitas hujan sedang-lebat disertai petir dan angin kencang yang terjadi di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Pakpak Bharat, Dairi, Simalungun, Toba, Asahan, dan Batu Bara,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Mistar, Selasa (21/4/2026).
Kemudian, lanjut Martha, wilayah lainnya yang diprediksi terdampak peningkatan intensitas curah hujan di antaranya Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Mandailing Natal.
“Selain itu, Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, serta Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli diperkirakan turut terdampak,” lanjutnya.
Martha menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer dalam skala regional maupun lokal yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Sumut.
“Terdapat belokan angin yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Pada skala lokal, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di Sumut, sehingga turut mendukung proses konvektif,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan kondisi iklim di Sumut beberapa hari belakangan dipengaruhi oleh Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatera, sehingga terjadi hujan ringan–lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumut.
“Ditambah adanya perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan-awan hujan, sehingga berpotensi terjadi hujan,” ucap Martha.
Tak sampai di situ, tambah Martha, sirkulasi siklonik di Samudera Hindia bagian barat Aceh turut menjadi pemicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang terdampak pola angin tersebut.
“Untuk itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan diimbau agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem,” tuturnya.
Martha menguraikan bahwa beberapa hari terakhir tercatat hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di Sumut, yakni pada 16 April di Stasiun Meteorologi Sibolga sebesar 121 mm (Tapanuli Tengah), pada 17 April di AWS Maritim Tigaras sebesar 64,8 mm (Simalungun).
“Pada 17 April 2026, Stasiun Geofisika Deli Serdang mencatat 60,0 mm (Deli Serdang) dan Pos Hujan Hapesong 128 mm (Tapanuli Selatan). Pada 18 April, ARG Bahorok 56,8 mm (Langkat) dan ARG Sipaholon 54,8 mm (Tapanuli Utara), serta 19 April Stasiun Klimatologi Deli Serdang 68,0 mm (Deli Serdang) dan ARG Lubuk Barumun 50,6 mm (Padang Lawas),” kata dia. (hm25)
BERITA TERPOPULER
























