Monday, June 8, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Banjir serta Kerusakan di Pematangsiantar

Mistar.idSelasa, 21 April 2026 10.53
journalist-avatar-top
HH
hujan_deras_dan_angin_kencang_picu_banjir_serta_kerusakan_di_pematangsiantar

Rumah-rumah warga terdampak cuaca ekstrem dan hujan deras yang sebebkan banjir. (Foto : Istimewa/ mistar.id).

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespons dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah pada Senin (20/4/2026) sore hingga malam. Hujan deras disertai angin kencang memicu banjir dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik rawan.

Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap, menegaskan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan warga. Respons cepat ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat di lokasi terdampak.

“Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke parit dan saluran air,” ujarnya.

Salah satu titik terdampak berada di Jalan Karsim Blok I, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Di kawasan ini, banjir terjadi akibat drainase tersumbat sampah hingga air meluap dan menggenangi rumah warga.

Kerusakan juga terjadi di lingkungan pendidikan. Tembok SD Negeri 122358 Pematangsiantar di Jalan Sumber Jaya II dilaporkan runtuh akibat tingginya debit air.

Di lokasi lain, yakni Jalan Medan Simpang Kapuk, Kelurahan Tambun Nabolon, banjir dipicu kapasitas drainase yang tidak mampu menampung lonjakan volume air.

Sementara itu, di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Sitalasari, angin kencang menyebabkan kerusakan pada atap rumah warga, menambah daftar dampak cuaca ekstrem yang terjadi dalam waktu bersamaan.

Meski tidak ada korban jiwa, BPBD menilai kondisi ini sebagai sinyal meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di Kota Pematangsiantar, terutama saat intensitas hujan tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing, memantau informasi cuaca resmi dari pemerintah, serta segera melaporkan kejadian darurat agar dapat ditangani lebih cepat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN