DPRD Sumut Usul PLN Salurkan CSR untuk Bantu UMKM Terdampak Blackout

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri rangkuti. (foto: ari/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, mendesak PT PLN segera mengambil langkah konkret untuk membantu pemulihan usaha masyarakat, pasca terjadinya pemadaman kelistrikan (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam hingga Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, blackout tidak hanya menjadi persoalan serius bagi PT PLN (Persero), tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia mengusulkan penyaluran bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN sudah seharusnya dapat diarahkan untuk membantu UMKM yang mengalami kerugian paling besar sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami mengusulkan dan mendorong agar dana CSR PLN dialokasikan membantu UMKM terdampak. Ini penting agar mereka bisa bangkit dan kembali menjalankan usahanya,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Politisi Partai Amanat Nasional itu menilai, UMKM menjadi sektor yang paling merasakan dampak dari padamnya listrik dalam waktu lama. Pasalnya, banyak pelaku usaha kehilangan potensi pendapatan sekaligus mengalami kerusakan barang dagangan akibat terganggunya pasokan listrik.
“Dampaknya paling dirasakan UMKM. Mereka bukan hanya kehilangan pemasukan, tetapi juga barang dagangan yang rusak akibat listrik padam,” katanya.
Ia menjelaskan, usaha di sektor makanan dan minuman menjadi yang paling terdampak. Ia mengatakan para pelaku usaha yang menyimpan bahan baku seperti ikan, daging, hingga produk beku lainnya di freezer terpaksa menanggung kerugian besar karena barang-barang tersebut rusak selama pemadaman berlangsung.
Tak hanya itu, bisnis minuman dingin seperti es krim, jus, hingga kafe juga disebut mengalami kerugian serius lantaran tidak dapat beroperasi secara normal.
“Bayangkan pedagang yang menyimpan ikan atau daging di freezer. Ketika listrik padam berjam-jam bahkan seharian, semuanya rusak. Belum lagi usaha minuman dingin yang sangat bergantung pada listrik, praktis mereka tidak bisa berjualan,” ucapnya.
Ia mengingatkan kerugian yang dialami UMKM tidak bisa dianggap sepele. Dalam satu hari saja, sejumlah pelaku usaha disebut dapat mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, tergantung skala usahanya.
“Hanya satu hari tidak beroperasi bisa menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah. Ini bukan angka kecil bagi UMKM. Mereka bisa langsung terpukul secara finansial,” tuturnya.
Baca Juga: Benjamin Gunawan: Kerugian Pengguna AC di Sumut Capai Puluhan Miliar Akibat Blackout Listrik
Selain kerusakan barang dagangan, pemadaman listrik juga memicu kerusakan berbagai peralatan elektronik usaha akibat lonjakan daya saat listrik padam maupun menyala kembali. Freezer, kulkas, mesin kasir, hingga alat produksi lainnya dilaporkan mengalami gangguan bahkan kerusakan.
“Kerugiannya makin besar. Barang rusak, usaha berhenti, alat juga rusak. Ini yang benar-benar membuat UMKM menderita,” ujarnya.
Rudi juga menekankan pentingnya pendataan cepat dan akurat terhadap pelaku usaha yang terdampak. Hal itu dinilai penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Pendataan harus segera dilakukan di lapangan. Harus jelas siapa yang terdampak dan seberapa besar kerugiannya, supaya bantuan bisa tepat sasaran,” ujarnya.
BERITA TERPOPULER


















