DPRD Sumut Desak Percepatan Relokasi Korban Bencana, Warga Masih Tinggal di Pengungsian

Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Golkar, Manaek Hutasoit. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, Manaek Hutasoit, mendorong pemerintah segera mempercepat relokasi masyarakat terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara ke hunian yang lebih layak.
Desakan ini disampaikan menyusul kondisi di lapangan yang menunjukkan masih adanya warga bertahan di tenda pengungsian, meskipun bencana telah terjadi sekitar empat bulan lalu.
Menurut Manaek, lambannya proses verifikasi dan pendataan menjadi salah satu penyebab utama belum terealisasinya relokasi ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
“Kita mendorong pemerintah, mulai dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, agar lebih cepat dalam proses verifikasi data korban. Ini penting agar masyarakat segera dipindahkan ke hunian yang lebih layak,” ujarnya kepada Mistar, Jumat (27/3/2026).
Ia menilai, tinggal terlalu lama di pengungsian tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, keamanan, hingga terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Manaek juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar korban bencana tidak lagi tinggal di pengungsian. Namun, realisasi di sejumlah daerah di Sumatera Utara dinilai masih belum maksimal.
“Pernyataan Presiden harus menjadi acuan bagi semua pihak untuk bergerak cepat. Kita ingin masyarakat bisa kembali hidup normal dan mendapatkan haknya secara layak,” tegas legislator dari daerah pemilihan Tapanuli Tengah dan Sibolga, yang juga terdampak bencana pada November 2025 lalu.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses relokasi tidak berlarut-larut. Pembangunan hunian sementara harus dipercepat sebagai solusi jangka pendek, sembari menyiapkan hunian tetap sebagai solusi jangka panjang.
Di sisi lain, masyarakat terdampak bencana masih menunggu kepastian relokasi. Keterbatasan fasilitas di pengungsian membuat mereka kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Mistar, sebagian warga terdampak di wilayah Tapanuli Tengah masih mengungsi di rumah kerabat sambil menunggu kejelasan hunian sementara.
Manaek menegaskan akan terus mengawal penanganan pascabencana agar berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.



















