Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dampak Perang AS-Iran Picu Kekhawatiran, Ratusan Jemaah Umrah Asal Medan Tetap On Schedule

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 18.12
journalist-avatar-top
SH
dampak_perang_asiran_picu_kekhawatiran_ratusan_jemaah_umrah_asal_medan_tetap_on_schedule

Jemaah dari PT Safa Nisa Rizky (Safa Umrah) saat melakukan ibadah di Tanah Suci Makkah. (foto: Istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Situasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran di berbagai kalangan, terkhusus calon jemaah umrah yang akan berangkat maupun kembali dari menjalankan ibadah.

Hal ini juga tentu berdampak bagi para pelaku usaha tour dan travel. Sebab perang itu juga merenggut nyawa pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang membuat situasi dan kondisi semakin memanas.

Dalam sejumlah berita yang beredar, dikabarkan bahwa penerbangan di sejumlah wilayah di Timur Tengah mengalami penurunan yang signifikan. Tak sedikit penerbangan menuju wilayah itu dibatalkan.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini ke beberapa agen perjalanan umrah di Kota Medan, mereka mengatakan bahwa pihak travel masih memberangkatkan jemaah umrah dan bahkan saat ini masih ada yang sedang menjalankan proses ibadah di Mekkah.

Seperti yang diungkapkan Staff Admin-Visa di PT Safa Nisa Rizky (Safa Umrah), Rifan Azizi. Ia menyebut jemaah umrah dari travel mereka masih tetap menjalankan ibadah di Tanah Suci dan dijadwalkan pulang sesuai agenda maskapai.

Menurut Rifan, situasi geopolitik AS-Iran memang memberikan dampak nyata terhadap operasional perjalanan ibadah ke Tanah Suci, terutama pada penerbangan dengan sistem transit di sejumlah negara Timur Tengah.

Namun, ia menegaskan travel tempatnya bekerja menggunakan penerbangan langsung (direct) Lion Air dari Medan menuju Jeddah, sehingga sejauh ini relatif lebih stabil dan tetap sesuai jadwal.

“Untuk penundaan keberangkatan dan kepulangan Insya Allah tidak ada. Alhamdulillah di travel kita on schedule sesuai yang kita sampaikan kepada jemaah umrah,” katanya kepada Mistar, Selasa (3/3/2026).

Saat ini, sebanyak 297 jemaah tengah menjalani ibadah dalam program Umrah Full Ramadan. Rifan menyebut para jemaah dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah jemaah dilaporkan dalam kondisi aman, namun tim di kantor pusat tetap memantau perkembangan situasi terkait konflik AS-Iran untuk memastikan keselamatan mereka,” tuturnya.

Para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 21, 23, 24 dan 26 Maret, sesuai jadwal yang telah ditetapkan pihak maskapai masing-masing.

Rifan berharap keamanan seluruh jemaah tetap terjaga di Tanah Suci dan kebijakan pemerintah dapat bersifat solutif di tengah konflik yang terjadi.

“Semoga jemaah kami semua tenang, sharing informasi, dan kami juga selalu standby untuk mereka. Doa kita, semoga Allah menjaga Baitullah dan seluruh tamu nya dari dampak konflik ini,” ujar Rifan penuh harap.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh salah seorang petugas travel umrah di Kecamatan Medan Kota yang enggan namanya disebutkan. Ia menyebutkan bahwa situasi konflik ini sangat berdampak bagi travel, di mana sejumlah calon jemaah yang khawatir, terus menanyakan perkembangan situasi dan kondisi.

“Sangat berpengaruh, jemaah itu was-was semua. Sejauh ini ya kita tetap Insya Allah saja jawabnya. Karena kita ga bisa menjamin kan,” katanya.

Meski demikian, pihak travel memastikan tetap mendampingi dan memberikan informasi terkini kepada para jemaah. Ia juga menyebutkan bahwa pada 4 Maret mendatang masih ada jadwal keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

“Karena kita maskapainya direct, jadi belum ada penundaan. Dia kalau misalnya transit di Doha, Abu Dhabi, transit yang timur-tengah, pasti ada (penundaan),” ucapnya.

Ia menuturkan bahwa sejauh ini, jemaah yang berangkat dari travel mereka masih dapat pulang ke tanah air dengan menggunakan penerbangan langsung tanpa transit.