Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

BMKG Deteksi 70 Hotspot di Sumut Imbas Cuaca Ekstrem, Titik Terbanyak Labuhanbatu

Mistar.idJumat, 27 Maret 2026 16.32
journalist-avatar-top
DI
bmkg_deteksi_70_hotspot_di_sumut_imbas_cuaca_ekstrem_titik_terbanyak_labuhanbatu

Sebaran titik panas di Sumut. (Foto: dok BMKG)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 70 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut). Dari jumlah tersebut, hotspot terbanyak terdeteksi di Kabupaten Labuhanbatu dengan 57 titik.

"Berdasarkan pantauan citra satelit, terdeteksi 70 titik panas di wilayah Sumut pada Kamis (26/3/2026). Ada 57 titik di Kabupaten Labuhanbatu," kata prakirawan Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Putri Afriza, saat dihubungi Mistar melalui sambungan seluler, Jumat (27/3/2026).

Putri melanjutkan, sebanyak empat titik di Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Dairi, dua titik di Kabupaten Asahan. Kemudian, masing-masing satu titik di Kabupaten Simalungun, Toba, dan Mandailing Natal.

Putri menjelaskan, hotspot tersebut terjadi dipicu oleh cuaca panas yang melanda wilayah Sumut beberapa hari terakhir.

"Untuk pemicunya dikarenakan paparan sinar matahari yang langsung menyinari permukaan terutama ilalang/dedaunan kering, sehingga menimbulkan api," tuturnya.

Di tengah situasi cuaca panas seperti saat ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran, terutama di wilayah yang terdeteksi titik panas. Sebab, pembukaan lahan dengan cara dibakar akan memicu api makin cepat merambat ke area lain.

"Waspada beberapa wilayah di Sumut terdapat titik panas. Diharapkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar atau meninggalkan api di lahan kosong dan kering agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan," ucap Putri.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN